Banjir Bandang Terjang Pemandian Teroh Teroh Langkat, 1 Tewas dan 6 Luka-luka

Medan, 19 April 2024 – Tujuh wisatawan yang sedang berlibur di Pemandian Kolam Abadi Teroh Teroh/Pelaruga Jungle di Dusun I, Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tersapu banjir bandang pada hari Jumat (19/4/2024).

Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, satu orang wisatawan meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa ini. Korban meninggal dunia adalah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, sedangkan para korban luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Banjir bandang ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Air bah dengan ketinggian mencapai 2 meter tiba-tiba menerjang lokasi pemandian, menjebak para wisatawan yang sedang berenang dan bermain air.

Tim SAR gabungan dari BPBD Langkat, TNI, Polri, dan masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi terhadap para korban. Operasi pencarian dan penyelamatan sempat terhenti beberapa kali karena cuaca buruk dan kondisi air yang deras.

Peristiwa banjir bandang ini diduga disebabkan oleh curah hujan tinggi di hulu sungai yang berdekatan dengan lokasi pemandian. Selain itu, faktor lain yang turut berkontribusi adalah kondisi daerah yang rawan longsor dan kurangnya infrastruktur penanggulangan bencana.

BPBD Langkat menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di musim penghujan. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari mengunjungi daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor.

Berikut beberapa poin penting dari artikel:

  • Banjir bandang menerjang Pemandian Teroh Teroh Langkat pada Jumat (19/4/2024).
  • Satu orang wisatawan meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
  • Banjir bandang terjadi akibat hujan deras dan kondisi daerah yang rawan longsor.
  • BPBD Langkat menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk memahami artikel lebih dalam:

  • Dari mana asal para wisatawan yang menjadi korban banjir bandang?
  • Apakah ada upaya untuk mencegah terjadinya banjir bandang di lokasi tersebut?
  • Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam?

Semoga informasi ini bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *