Terungkap! Inilah Nama 11 Tersangka Pembunuhan Vina Cirebon

JENDRALMAYAKasus pembunuhan Vina yang menggemparkan Kota Cirebon di tahun 2016 silam akhirnya menemui titik terang. Setelah 8 tahun lamanya, identitas 11 tersangka berhasil diungkap, dengan 3 di antaranya masih buron.

Berikut nama-nama 11 tersangka pembunuhan Vina Cirebon:

1. Tersangka yang sudah diadili dan dipenjara:

  • Rivaldi Aditya Wardana
  • Eko Ramdhani
  • Hadi Saputra
  • Jaya
  • Eka Sandi
  • Sudirman
  • Supriyanto
  • Saka Tala

2. Tersangka yang masih buron:

  • Pegi alias Perong
  • Andi
  • Dani

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap ketiga tersangka yang masih buron.

Baca Juga : Mengejutkan! 8 Terdakwa Pembunuhan Vina Cirebon Cabut Keterangan, 3 DPO Masih Buron

Kasus pembunuhan Vina menjadi sorotan publik karena kekejamannya dan melibatkan banyak pelaku. Diharapkan dengan terungkapnya identitas semua tersangka, keluarga korban dapat memperoleh keadilan.

Tragis! Satpam Bakar Pusat Oleh-oleh di Pasuruan Diduga Sakit Hati Diancam PHK

Pasuruan, Jawa Timur – Seorang satpam di Pasuruan, Jawa Timur, nekat membakar pusat oleh-oleh tas rajut tempatnya bekerja pada Sabtu (18/5/2024). Akibatnya, pabrik, gudang, dan pusat oleh-oleh tersebut ludes terbakar. Peristiwa ini sontak menggemparkan dan menjadi pusat perhatian warga sekitar dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Pelaku pembakaran diketahui bernama Soehartono (50). Diduga kuat, ia melakukan aksi nekat ini karena sakit hati terkait gaji dan informasi akan PHK. Kepada polisi, Soehartono mengaku kesal karena gajinya tak kunjung naik dan dikabarkan akan di-PHK.

Kejadian ini bermula pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.45 WIB. Soehartono menyiram beberapa mobil dan bangunan di lokasi dengan bensin. Kemudian, dia menyulut api dan kabur meninggalkan lokasi. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini, akibat kebakaran kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah melakukan aksinya, Soehartono kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Ia mengaku menyesali perbuatannya dan kini tengah menjalani proses hukum.

Aksi nekat Soehartono ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mengelola emosi dengan baik dan mencari solusi yang tepat saat menghadapi masalah. Kekerasan bukanlah jawaban.

Berikut beberapa poin penting terkait peristiwa ini:

  • Motif: Diduga sakit hati karena gaji tak naik dan diancam PHK.
  • Kronologi: Pelaku menyiram beberapa mobil dan bangunan dengan bensin, kemudian menyulut api dan kabur.
  • Kerugian: Ratusan juta rupiah.
  • Korban: Tidak ada korban jiwa.
  • Tindak Lanjut: Pelaku telah menyerahkan diri dan tengah menjalani proses hukum.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para pengusaha dan pekerja untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dan terbuka. Jangan sampai ada kesalahpahaman yang berujung pada tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sebagai masyarakat, kita juga perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Jika melihat ada tanda-tanda mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwajib. Mari kita salingmenjaga dan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Maling Profesional, Hanya 20 Menit 3 Ban Mobil di Parkiran Hilang

Akhirnya pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus pencurian ban mobil di parkiran mal di Kemayoran, Jakarta Pusat dan RSUD Koja, Jakarta Utara. Pelaku ini sangat profesional dalam menjalankan aksinya, hanya membutuhkan Waktu 20 menit sudah berhasil mendapatkan 3 ban mobil. Berdasarkan penuturan Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Hady Siagian memberikan penjelasan bahwa pelaku yaitu Muhammad Prayuda atau AMP (25) beraksi di parkiran Mal Cempaka Putih, Jakpus, pada Selasa (7/5) pukul 11.00 WIB.

“Berdasarkan hasil  olah TKP pelaku berhasil mengamankan tiga buah ban berikut velg mobil Daihatsu Sigra dengan nopol B 2685 TZI yang sedang viral di media sosial,” Ucap Hady kepada wartawan, dikutip Sabtu (18/5/2024). Pelaku menjual hasil barang curiannya kepada pelaku lainnya berinisial SAL di daerah Jakarta Timur dengan harga Rp 300 ribu per ban dan total barang yang dijual nilainya sekitar Rp 1.800.000.

Korban, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan bahwa dia baru saja meninggalkan mobilnya di area parkir mal selama 20 menit untuk berbelanja. Saat kembali, dia kaget menemukan mobilnya terganjal batu bata dan hanya menyisakan satu ban. Dia pun langsung melapor ke pihak keamanan mal.

Petugas keamanan mal yang sigap segera melakukan pengecekan CCTV. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa tiga orang pelaku dengan menggunakan dongkrak dan kunci-kunci T mengganti ban mobil korbandalam waktu singkat. Para pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa ban hasil curian mereka.

Kasus ini menimbulkan keresahan di kalangan pengunjung mal. Banyak yang mempertanyakan keamanan area parkir mal tersebut. Pihak mal sendiri menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan keamanan area parkir dengan menambah jumlah petugas keamanan dan memasang kamera CCTV di lebih banyak titik.

Berikut beberapa tips untuk menghindari kejadian serupa:

  • Parkirlah di tempat yang terang dan ramai
  • Gunakan kunci pengaman ban
  • Laporkan ke pihak keamanan mal jika melihat aktivitas mencurigakan
  • Catat nomor plat kendaraan yang mencurigakan
  • Selalu periksa kondisi mobil sebelum dan sesudah ditinggal

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat membawa kendaraan pribadi.

Kasus pencurian ban mobil di area parkir mal ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Diharapkan para pelaku dapat segera ditangkap dan diadili seadil-adilnya.

Modus Mata Elang Tenyata Begal Sadis di Kali Sodong Jaktim

Jakarta, 18 Mei 2024 – Dengan modus mata elang seorang pria bernama Ahmad Efendy (38 tahun) telah tewas di Kali Sodong, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur pada senin sore hari tadi(13/5). Awalnya, kasus ini diselimuti misteri. Namun, Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengungkap pelakunya dan motif di balik pembunuhan tersebut.

Terungkap bahwa Efendy menjadi korban begal dengan modus “mata elang”. Para pelaku, yang berjumlah tiga orang, berpura-pura menjadi debt collector dan menargetkan Efendy yang mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Kayu Rawan, Jakarta Timur.

“Modus yang mereka gunakan adalah dengan menyamar sebagai mata elang, dan mengaku sebagai debt collector (DC), tapi tidak mempunyai izin resmi dari perusahaan yang di naunginya. Mereka mengaku dari leasing,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, kepada wartawan, Jumat (17/5).

Para pelaku kemudian mengikuti Efendy hingga ke Kali Sodong. Di sanalah, mereka melancarkan aksinya dengan memukul dan menusuk Efendy hingga tewas. Setelah menggasak sepeda motor dan barang berharga milik korban, para pelaku melarikan diri.

Polisi berhasil menangkap ketiga pelaku dalam waktu singkat. Mereka adalah Riki, Andre, dan Adit. Sekarang ketiga pelaku ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan menunggu hukuman dari putusan pengadilan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap aksi kejahatan, terutama modus begal “mata elang”. Berikut tips untuk menghindari menjadi korban pembegalan:

  • Hindari membawa barang berharga berlebihan saat bepergian.
  • Jika merasa diikuti, segera cari tempat ramai atau hubungi polisi.
  • Laporkan setiap kejadian kejahatan kepada pihak berwajib.

Kematian Efendy menjadi tragedi yang menyedihkan. Kejadian ini juga menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum untuk meningkatkan keamanan di wilayah Jakarta Timur.

Semoga dengan terungkapnya kasus ini, para pelaku dapat dijatuhi hukuman yang setimpal dan menjadi pelajaran bagi para pelaku kejahatan lainnya.

Polda Metro Jaya Berhasil Membongkar Pabrik Narkoba PCC di Bogor

Bogor, 17 Mei 2024 – Petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggerebek sebuah rumah yang dijadikan pabrik narkoba jenis PCC (Paracetamol, Cafein, Carisoprodol) di wilayah Bogor, Jawa Barat pada hari Jumat (17/5/2024).

Penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan 1.215.000 butir pil PCC, bahan baku, dan peralatan untuk membuat narkoba.

“Kami berhasil mengungkap sebuah rumah yang dijadikan home industry narkotika jenis PCC,” ujar Kasubdit 3 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino Edward Yusticia kepada wartawan, Jumat (17/5/2024).

Menurut AKBP Malvino, pabrik narkoba tersebut dioperasikan oleh dua orang tersangka, yaitu AS (36) dan AF (31). Kedua tersangka telah diamankan oleh petugas dan akan diproses hukum.

“Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 dan 113 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” terang AKBP Malvino.

Pengungkapan kasus pabrik narkoba PCC ini merupakan hasil kerja keras dari petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengapresiasi kinerja anggotanya dan meminta agar terus melakukan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Setelah terbongkarnya kasus ini semoga bisa menjadi peringatan bagi para pengedar narkoba agar tidak lagi melakukan aksinya. Kami akan terus melakukan upaya pemberantasan narkoba untuk menciptakan wilayah hukum Polda Metro Jaya yang bersih dari narkoba,” tegas Kapolda Metro Jaya.

Penemuan Bahan Baku dan Peralatan Membuat Narkoba

Selain pil PCC, petugas juga menyita sejumlah bahan baku dan peralatan untuk membuat narkoba, antara lain:

  • Serbuk dan cairan yang diduga prekursor (bahan baku) pembuatan narkotika jenis PCC
  • Mesin press
  • Cetakan
  • Kapsul
  • Bungkus pil

Petugas masih mendalami kasus ini untuk mengetahui jaringan pengedar narkoba PCC tersebut.

Dampak Negatif Narkoba PCC

PCC merupakan jenis narkoba yang berbahaya dan dapat menyebabkan kecanduan. Efek samping dari penggunaan PCC antara lain:

  • Halusinasi
  • Kejang-kejang
  • Gangguan pernapasan
  • Kematian

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan menghindari narkoba jenis PCC. Jika mengetahui adanya peredaran narkoba di wilayahnya, segera laporkan kepada pihak berwajib.

Nekat Begal Calon Bintara Polri, Satu Pelaku Tewas Ditembak Petugas

Jakarta, Indonesia – Seorang pelaku begal yang nekat merampok calon Bintara Polri di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, pada Kamis (16/5/2024) dini hari, tewas ditembak petugas.

Pelaku yang berjumlah dua orang ini memepet korban, Satrio (18), dan menodongkan senjatanya. Mereka kemudian merampas sepeda motor dan barang-barang milik korban.

Namun, aksi mereka diketahui oleh warga sekitar yang kemudian melapor ke polisi. Petugas yang datang ke lokasi kejadian langsung mengejar para pelaku.

Dalam aksi pengejaran itu, salah satu pelaku berusaha melawan dengan menembakkan senjatanya ke arah petugas. Petugas pun membalas tembakan dan mengenai dada pelaku. Pelaku tersebut kemudian tewas di tempat.

Pelaku lainnya berhasil melarikan diri, namun identitasnya sudah diketahui oleh polisi. Saat ini, polisi masih memburu pelaku yang kabur tersebut.

Korban Luka Ringan

Korban begal, Satrio, mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca saat pelaku memecahkan kaca helmnya. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kapolres Metro Jakarta Timur Menegaskan Tindakan Tegas

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol. Budhi Herwanto, mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku kejahatan, terutama yang meresahkan masyarakat.

Kita tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas kepada para pelaku kejahatan yang membahayakan masyarakat apalagi menimbulkan korban, kata Budhi.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap aksi kejahatan.

Pelecehan Payudara di Bandung Terungkap, Pelaku Menyerahkan Diri Usai Cabuli Pelajar

Bandung – Kasus pelecehan payudara di Bandung kembali terungkap. Kali ini, seorang pelajar menjadi korban aksi bejat pelaku yang kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Akhirnya pelaku pelecehan payudara yang meresahkan warga bandung menyerahkan diri usai melaksanakan aksinya mencabuli seorang pelajar di Jalan Jupiter Barat, Kota Bandung. Aksi ini secara tak sengaja terekam kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) di salah satu rumah warga. Berdasarkan hasil tangkapan CCTV terlihat jelas pelaku memegang payudara bagian sensitif tubuh korban. Kapolsek Buahbatu Kompol Rizal Jatnika memberikan keterangan bahwa aksi tindakan cabul pengendara motor ini terjadi siang pekan lalu.

Dalam rekaman CCTV pelaku terlihat berpura-pura menanyakan alamat kepada pejalan kaki di Jalan Jupiter Barat dan melakukan tindakan cabul tersebut. berdasarkan keterangan saksi, pelaku berpura-pura menanyakan alamat kemudian memegang payudara korban sehingga korban menjerit dan lari, sat di mintai keteranga, Rabu (15/5/2024).

Akhirnya korban yang saat itu tengah berjalan pulang langsung menyampaikan peristiwa buruk yang tidak mengenakan dialaminya kepada orangtuanya. Setelah mendengar kejadian naas tersebut, akhirnya orang tua korban segera melapor ke pihak kepolisian.  Penyidik langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas pelaku yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Bandung.

berdasarkan hasil rekaman kendaraan pelaku berpelat F, penyidik langsung mendatangi rumah terduga pelaku di Sukabumi.  Polisi kemudian mengimbau keluarga pelaku agar kooperatif, hingga akhirnya pelaku menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Akhirnya pelaku menyerahkan diri ke Polsek Buah Batu di antar keluarganya dan didampingi kuasa hukumnya pada hari Senin tanggal 13 Mei. Atas perbuatannya, pelaku di kenakan sanksi hukum sesuai Pasal 82 Perpu I/ 2016 jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang kasus Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi kini masih mendalami motif pelaku melakukan aksi bejat tersebut. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun berdasarkan Pasal 82 KUHP tentang Tindak Pidana Pencabulan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap aksi pelecehan seksual, terutama bagi para pelajar perempuan. Orang tua juga diimbau untuk selalu mengawasi anak-anak mereka saat bepergian.

Berikut beberapa tips untuk menghindari pelecehan seksual:

  • Selalu waspada dan perhatikan sekitar.
  • Hindari berjalan sendirian di tempat sepi.
  • Gunakan pakaian yang sopan dan tertutup.
  • Jangan ragu untuk berteriak atau melawan jika mengalami pelecehan.
  • Laporkan kejadian pelecehan seksual kepada pihak kepolisian.

Masyarakat juga diharapkan untuk tidak menoleransi aksi pelecehan seksual dan berani untuk melapor kepada pihak berwajib. Dengan demikian, diharapkan kasus-kasus pelecehan seksual dapat diminimalisir dan para pelaku dapat dihukum dengan setimpal.

Apa yang harus dilakukan jika seseorang masuk daftar hitam OJK

Pengertian OJK adalah Otoritas Jasa Keuangan atau lembaga resmi institusi negara yang bertugas mengawasi semua kegiatan keuangan di dalam sistem perbankan, biasanya di gunakan pada Lembaga  bank atau atau lembaga non-bank. Setelah berkecimpung dengan masyarakat, OJK sendiri memiliki sebuah sistem sebagai pengawas resiko kredit atau resiko pembiayaan bernama SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Dalam Sistem ini diharapkan seseorang yang masuk di dalam daftar hitam OJK  akan mendapatkan sanksi tegas atau mendapat konsekuensi tertentu.

Menurut halaman resmi di OJK, Pada Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK sendiri merupakan sebuah informasi yang dalam tata pengelolaannya harus langsung di bawah tanggung jawab OJK yang bertujuan untuk menunaikan tugasnya  dalam pengawasan dan dalam pelayanan informasi keuangan negara, dan salah satunya harus memberikan informasi debitur (iDeb).

SLIK juga mengatur seseorang yang masuk daftar hitam karena adanya permasalahan tertentu terhadap keuangan. Intinya, SLIK berperan penting terhadap pendisiplinan keuangan yang ada sehingga tetap terjaga sistemya. di dalam daftar hitam atau blacklist merupakan hasil upaya dari OJK untuk menertibkan para nasabah dengan riwayat kredit yang bermasalah dan riwayat buruk. Orang yang terdaftar dengan riwayat buruk atau masuk daftar hitam harus ditertibkan dengan memberikan konsekuensi tertentu ke depannya.

Dilansir dari detikFinance (1/10/2023) jika ada penilaian buruk oleh SLIK OJK pada seseorang, konsekuensinya adalah peminjam akan mendapat kesulitan saat mengakses kredit bank atau lembaga keuangan lainnya.

Berdasarkan keterangan perencana keuangan Andi Nugroho dalam catatan detikcom, Berdasarkan riwayat buruk yang bisa disebabkan. Contohnya apabila ada tagihan kartu kredit yang tidak lunas. Atau apabila kurang ratusan ribu saja bisa mempengaruhi tidalam mengambil KPR atau kredit kendaraan dan kredit” lainya.

Berikut beberapa Konsekuwensi apabila seseorang masuk daftar hitam OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) akan mengalami beberapa konsekuensi, antara lain:

1. Kesulitan Mengajukan Kredit:

  • Penolakan kredit: Bank atau lembaga keuangan akan menolak permohonan kredit dari individu yang masuk daftar hitam.
  • Plafon kredit terbatas: Jika permohonan kredit disetujui, kemungkinan besar individu akan mendapatkan plafon kredit yang lebih kecil dibandingkan dengan yang diajukan.
  • Tingkat suku bunga tinggi: Individu mungkin dikenakan tingkat suku bunga yang lebih tinggi untuk pinjaman yang disetujui.

2. Pembatasan Layanan Keuangan Lainnya:

  • Penutupan rekening: Bank atau lembaga keuangan dapat menutup rekening individu yang masuk daftar hitam.
  • Pembatasan transaksi: Individu mungkin mengalami pembatasan transaksi seperti penarikan tunai dan transfer uang.
  • Penangguhan kartu kredit: Kartu kredit individu mungkin ditangguhkan atau dicabut.

3. Gangguan Reputasi:

  • Citra keuangan tercoreng: Masuknya nama dalam daftar hitam OJK dapat mencoreng citra keuangan individu, sehingga menyulitkan dalam menjalin kerjasama dengan pihak lain.
  • Kesulitan mencari pekerjaan: Beberapa pekerjaan, terutama yang berhubungan dengan keuangan, mungkin membutuhkan riwayat kredit yang bersih, sehingga individu yang masuk daftar hitam bisa kesulitan mencari pekerjaan.

Cara Keluar dari Daftar Hitam OJK:

  • Melunasi tunggakan: Cara utama untuk keluar dari daftar hitam OJK adalah dengan melunasi semua tunggakan yang menyebabkan individu masuk daftar hitam.
  • Menunggu masa pemulihan: Setelah melunasi tunggakan, individu perlu menunggu masa pemulihan selama 24 bulan untuk keluar dari daftar hitam OJK.
  • Mengajukan permohonan rehabilitasi: Individu dapat mengajukan permohonan rehabilitasi kepada OJK untuk mempercepat proses keluar dari daftar hitam.

Sangat penting untuk diingat bahwa pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan keuangan dengan melunasi tagihan tepat waktu dan mengelola keuangan dengan bijak agar terhindar dari risiko masuk daftar hitam OJK.

Pria Tewas Ditembak di Colomadu Saat Upaya Bubarkan Judi Sabung Ayam

Colomadu, Karanganyar – Seorang pria bernama Yuda Bagus Setiawan (32) asal Boyolali tewas diduga akibat tembakan pada Jumat (26/1) malam. Peristiwa tragis ini terjadi di lokasi sabung ayam di kawasan Tohudan, Colomadu, Karanganyar.

Menurut informasi, Yuda dan kelompoknya berniat membubarkan aktivitas judi sabung ayam di lokasi tersebut. Tindakan ini dilakukan berdasarkan laporan dari warga yang diterima melalui media sosial dan telepon seluler.

Baca Juga :

https://karanganbungacilacap.com/slot-thailand

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora, menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya, beberapa kelompok mendatangi lokasi sabung ayam sekitar pukul 22.00 WIB.

Terjadilah percekcokan antara kelompok Yuda dan para penyelenggara judi sabung ayam. Puncaknya, Yuda ditembak dan meninggal di tempat.

Polres Karanganyar berhasil menangkap tiga pelaku penembakan, yaitu DE alias Erik, P alias Paintit, dan SR alias Kopek yang merupakan tersangka utama.

Baca Juga :

https://karanganbungacilacap.com/selotgacorku

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Peristiwa ini menjadi pengingat bahaya perjudian dan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Berikut beberapa poin penting dari artikel:

  • Yuda Bagus Setiawan (32) tewas ditembak di lokasi sabung ayam di Colomadu, Karanganyar.
  • Yuda dan kelompoknya berniat membubarkan judi sabung ayam atas laporan warga.
  • Peristiwa terjadi akibat percekcokan antara kelompok Yuda dan penyelenggara judi sabung ayam.
  • Tiga pelaku penembakan telah ditangkap oleh Polres Karanganyar.
  • Kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

Sejoli Pembuang Jasad Bayi di Jakpus Terancam 15 Tahun Penjara

Jakarta, 29 April 2024 – Sepasang kekasih di Jakarta Pusat (Jakpus) ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan aborsi dan membuang jasad bayi mereka ke kali. Akibat perbuatannya, mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kasus ini terungkap setelah warga menemukan jasad bayi di kali tersebut. Petugas kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sang wanita hamil hasil hubungan di luar nikah. Ia kemudian berniat menggugurkan kandungannya dengan meminum obat aborsi. Setelah melahirkan, ia panik dan membuang jasad bayinya ke kali.

Baca Juga :

https://karanganbungacilacap.com/selotgacorku

Polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 76 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Berikut beberapa poin penting dari artikel tersebut:

  • Sepasang kekasih di Jakpus melakukan aborsi dan membuang jasad bayi mereka ke kali.
  • Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.
  • Sang wanita hamil hasil hubungan di luar nikah dan menggugurkan kandungannya dengan obat aborsi.
  • Polisi menjerat kedua pelaku dengan pasal terkait perlindungan anak dan KUHP.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya edukasi dan akses yang mudah terhadap layanan kesehatan reproduksi yang aman dan legal. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan kekejaman terhadap bayi yang tidak berdosa.