Identitas Terkuak, Pria Membusuk di Toren Air Ternyata DPO Narkoba

Pondok Aren, Tangerang Selatan – Misteri penemuan mayat pria yang membusuk di dalam toren air di Gang Samid Sian, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Senin (27/5/2024) akhirnya terkuak.

Pria tersebut diketahui bernama Devi Karmawan alias Devoy, berusia 39 tahun, dan merupakan warga setempat. Devi ternyata masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Metro Tangerang Selatan terkait kasus narkoba.

Menurut Kapolsek Pondok Aren, Kompol Bambang Askar Sodiq, Devi merupakan bandar narkoba yang mengendalikan jaringan di salah satu lapas. Ia melarikan diri saat penggerebekan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang Selatan pada Minggu (26/5/2024) malam.

Penemuan jenazah Devi berawal dari kecurigaan warga yang mencium bau busuk menyengat dari arah toren air milik Sutrisno. Saat diperiksa, ternyata di dalam toren tersebut terdapat tubuh Devi yang sudah membusuk.

Evakuasi jenazah Devi berlangsung dramatis karena kondisi toren yang sempit dan licin. Petugas pemadam kebakaran harus membongkar sebagian toren air untuk mengeluarkan jenazah Devi.

Menurut keterangan warga, Devi sempat terlihat bersembunyi di dalam toren air tersebut pada Senin pagi setelah lolos dari penggerebekan polisi. Diduga, Devi meninggal dunia karena kehabisan air dan makanan.

Kematian Devi menambah panjang daftar buronan narkoba yang tewas terbunuh atau ditemukan tewas dalam pelarian. Kasus ini menjadi pengingat bagi para pelaku narkoba untuk segera berhenti dan menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

Kejam! Ayah di Jagakarsa Bunuh 4 Anak Kandung, Didakwa Pembunuhan Berencana

Jagakarsa, Jakarta Selatan – Seorang ayah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, tega menghabisi nyawa keempat anaknya yang masih balita. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (6/12/2023) dan menggemparkan warga sekitar. Pelaku, yang diketahui bernama Panca Darmansyah, kini telah ditahan dan didakwa dengan pasal pembunuhan berencana. Motif pembunuhan masih didalami, namun diduga terkait dengan masalah keuangan dan keretakan rumah tangga.

Menurut keterangan tetangga, Panca dan istrinya sering terlibat pertengkaran. Pada hari kejadian, sang istri pergi bekerja, meninggalkan Panca bersama keempat anaknya. Tak disangka, Panca tega membunuh 4 naknya dengan menggunakan pisau dapur. Saat sang istri kembali ke rumah, dia menemukan keempat anaknya sudah tak bernyawa. Panca kemudian menyerahkan diri ke kantor polisi dan mengakui perbuatannya.

Kasus ini telah menuai kecaman dari berbagai pihak. Masyarakat menuntut agar Panca dihukum seberat-beratnya atas perbuatan kejinya.

Proses Hukum

Panca Darmansyah telah menjalani sidang perdana pada (29/05/2024). Dalam persidangan, Panca didakwa dengan pasal 340 juncto Pasal 338 KUHP Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Pasal ini diancam dengan hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau paling lama dua puluh tahun. Terdakwa terkena Pasal 76 C juncto Pasal 80 Ayat (4) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang UU perlindungan anak, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Panca mengaku menyesal atas perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban. Namun, keluarga korban tidak menerima permintaan maaf Panca dan menuntut keadilan seadil-adilnya. Sidang masih terus berlangsung dan belum ada putusan yang dikeluarkan oleh majelis hakim.

Dampak Psikologis

Kasus pembunuhan ini telah memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi keluarga korban, terutama sang istri yang harus kehilangan keempat anaknya sekaligus. Psikolog pun memberikan pendampingan kepada keluarga korban untuk membantu mereka melewati masa sulit ini.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencari bantuan profesional jika mengalami masalah dalam rumah tangga.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Kasus pembunuhan di Jagakarsa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kita harus lebih peduli terhadap kesehatan mental dan mencari bantuan profesional jika mengalami masalah dalam rumah tangga. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga keharmonisan dalam keluarga dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik

Suami Ditusuk Gunting Usai Pergoki Istri Berzina, Pelaku Panik Ketahuan!

Musi Rawas, 27 Mei 2024 – Sebuah tragedi perselingkuhan berujung maut terjadi di Musi Rawas, Sumatera Selatan. Seorang suami, sebut saja Budi (33), ditusuk dengan gunting oleh selingkuhan istrinya, Adji Pratama (27), setelah memergoki mereka berzina di rumah.

Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (26/5) malam. Budi yang curiga dengan tingkah laku istrinya, diam-diam mengikuti sang istri ke rumah Adji. Saat itulah, Budi memergoki istrinya dan Adji sedang berhubungan intim.

Budi yang marah dan kesal kemudian mencoba menegur keduanya. Namun, Adji yang panik ketahuan justru menusuk Budi dengan gunting yang ada di dekatnya. Budi mengalami luka tusuk di bagian perut dan dada.

Warga sekitar yang mendengar keributan di rumah Adji kemudian datang dan membantu Budi. Akhirnya Budi segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan pertama.

Sementara itu, Adji yang panik melarikan diri dari lokasi kejadian. Apesnya tak lama kemudian, dia berhasil ditangkap oleh warga sektitar dan diserahkan kepada pihak kepolisian terdekat.

Menurut keterangan Kasi Humas Kapolres Musi Rawas, AKP Herdiansyah saat ini Adji masih dalam pemeriksaan intensif. “Kami masih mendalami motif di balik aksi penusukan ini,” ujarnya.

Beberapa poin penting dari artikel:

  • Seorang suami di Musi Rawas ditusuk dengan gunting oleh selingkuhan istrinya setelah memergoki mereka berzina.
  • Korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan dada dan sedang dirawat di rumah sakit.
  • Pelaku penusukan telah ditangkap oleh warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
  • Motif penusukan masih didalami oleh pihak kepolisian.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangga dan menghindari perselingkuhan. Perselingkuhan dapat membawa dampak yang fatal, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.

Tragis! Terios Tertabrak Kereta Api di Pasuruan, 1 Nyawa Melayang

Pasuruan, 26 Mei 2024 – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Jalan Raya Pandaan-Bangil, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada hari Minggu (26/5/2024) sekitar pukul 10.30 WIB. Sebuah mobil Daihatsu Terios tertabrak kereta api Malabar jurusan Malang-Bandung, mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat.

Korban meninggal adalah pengemudi mobil Terios, yang diketahui bernama Budi (45), warga Desa Ngetos, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Menurut keterangan saksi mata, mobil Terios melaju dari arah barat dengan kecepatan tinggi saat hendak menyeberang perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

“Mobilnya melaju kencang, kayaknya dia gak lihat kereta apinya,” ujar salah satu saksi mata, Andi (32).

Kereta api Malabar yang melaju dari arah timur tidak dapat menghindari tabrakan dengan mobil Terios. Tabrakan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan mobil Terios.

Petugas kepolisian dan tim medis yang tiba di lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Namun, korban meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

“Korban meninggal dunia di tempat karena mengalami luka parah di bagian kepala dan dada,” ungkap Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Bayu Pratama.

Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Raya Pandaan-Bangil. Saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Imbauan Keselamatan Berkendara

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di perlintasan kereta api. Pastikan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan berhati-hati saat hendak menyeberang perlintasan kereta api.

Pelarian DPO Berakhir Tragis! Tewas Ditembak Polisi Usai Tabrak Anggota Saat Penangkapan

Pekanbaru, 26 Mei 2024 – Drama penangkapan seorang Daftar Pencari Orang (DPO) di Pekanbaru, Riau, berujung tragedi pada hari ini. Pelaku yang nekat menabrak anggota polisi saat hendak ditangkap, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Tim gabungan dari Reskrim Polresta Pekanbaru dan Polsek Payung Sekat sedang melakukan operasi penangkapan terhadap DPO berinisial R (39 tahun).

Saat dilakukan penangkapan, R (Rio Rambo) berusaha melarikan diri dengan mobilnya. Tak hanya itu, R nekat menabrak salah satu anggota polisi yang berusaha menghentikannya.

Melihat hal tersebut, anggota polisi lainnya yang berada di lokasi kejadian langsung melepaskan tembakan peringatan ke arah ban mobil R. Namun, R tak kunjung berhenti dan malah semakin nekat.

Akhirnya, karena membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat sekitar, petugas terpaksa melumpuhkan R dengan tembakan terarah. R yang terluka parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong.

Kapolresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa R merupakan DPO kasus perampokan dan sudah lama diincar oleh pihak kepolisian.

“R merupakan DPO kasus perampokan yang sudah lama kami incar. Saat dilakukan penangkapan, dia berusaha melarikan diri dan menabrak anggota kami,” ujar Bery.

Bery menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini dan melakukan pemeriksaan terhadap anggota polisi yang terlibat dalam penembakan tersebut.

“Kami akan menyelidiki kasus ini secara transparan dan profesional. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota kami yang terlibat dalam penembakan tersebut,” tegas Bery.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu mematuhi hukum dan tidak melakukan perlawanan saat hendak ditangkap oleh petugas.

Benarkah Judi Online Sarana Pencucian Uang?

Judi online telah menjadi fenomena yang marak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan akses dan iming-iming keuntungan besar membuat banyak orang tergoda untuk bermain judi online. Namun, di balik popularitasnya, judi online juga menyimpan bahaya yang tersembunyi, salah satunya adalah pencucian uang.

Pencucian uang adalah proses mengubah uang yang diperoleh secara ilegal menjadi uang yang tampak legal. Hal ini biasanya dilakukan dengan cara menyembunyikan asal-usul uang melalui berbagai transaksi keuangan. Judi online sering kali digunakan sebagai sarana pencucian uang karena sifatnya yang anonim dan mudah dilakukan secara online.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa judi online berpotensi menjadi sarana pencucian uang:

  • Anonimitas: Pemain judi online tidak perlu menunjukkan identitas mereka saat bermain, sehingga hal ini memudahkan mereka untuk menyembunyikan asal-usul uang mereka.
  • Kemudahan transaksi: Judi online memungkinkan pemain untuk melakukan deposit dan withdraw dengan mudah dan cepat, tanpa perlu melalui proses verifikasi yang ketat.
  • Jaringan global: Judi online beroperasi secara global, sehingga memudahkan pencuci uang untuk memindahkan uang mereka ke berbagai negara.

Beberapa kasus pencucian uang melalui judi online telah terungkap di Indonesia.

Pada tahun 2021, Satuan Tugas Penanganan Hak Asasi Manusia (Satgas HAM) Polri mengungkap kasus pencucian uang senilai Rp 100 miliar melalui judi online. Uang tersebut berasal dari hasil korupsi dan penipuan.

Kasus lain terjadi pada tahun 2022, di mana Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap seorang bandar judi online yang telah melakukan pencucian uang senilai Rp 15 miliar. Uang tersebut diperoleh dari hasil judi online yang dijalankannya.

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa judi online bukan hanya berbahaya karena dapat menyebabkan kecanduan dan kerugian finansial, tetapi juga karena berpotensi menjadi sarana pencucian uang.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk berhati-hati saat bermain judi online. Pastikan Anda hanya bermain di situs judi online yang terpercaya dan legal. Selain itu, laporkan kepada pihak berwenang jika Anda mencurigai adanya aktivitas pencucian uang melalui judi online.

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari pencucian uang melalui judi online:

  • Hanya bermain di situs judi online yang terpercaya dan legal.
  • Pastikan Anda mengetahui asal-usul uang yang Anda gunakan untuk bermain judi online.
  • Hati-hati terhadap situs judi online yang menawarkan bonus atau keuntungan yang tidak wajar.
  • Laporkan kepada pihak berwenang jika Anda mencurigai adanya aktivitas pencucian uang melalui judi online.

Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pencucian uang melalui judi online, diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kasus-kasus serupa di masa depan.

Terungkap! Pisau Pembunuhan Ustaz Jakbar Dibeli Online oleh Galang

Jakarta, 24 Mei 2024 – Misteri pisau yang digunakan Galang untuk membunuh Ustaz Saidi di Musala Kebon Jeruk, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. Polisi mengkonfirmasi bahwa Galang membeli pisau tersebut secara online dua minggu sebelum tragedi pembunuhan terjadi.

Menurut keterangan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol. Ady Wibowo, Galang membeli pisau lipat melalui platform e-commerce ternama. Dia menggunakan identitas palsu dan membayarnya dengan metode transfer bank.

“Pisau tersebut dibeli secara online dua minggu sebelum kejadian,” ujar Ady, Jumat (24/5/2024). “Galang menggunakan identitas palsu dan melakukan pembayaran dengan transfer bank.”

Ady menambahkan, pihaknya masih mendalami motif Galang membeli pisau tersebut. Namun, dia menduga bahwa Galang telah merencanakan pembunuhan Ustaz Saidi jauh-jauh hari.

“Kami masih mendalami motifnya,” kata Ady. “Namun, dari bukti yang kami temukan, Galang tampaknya telah merencanakan pembunuhan ini.”

Pembelian pisau online oleh Galang menjadi bukti tambahan bahwa dia memiliki niat jahat untuk membunuh Ustaz Saidi. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pembunuhan tersebut bukan tindakan spontan, melainkan hasil dari perencanaan yang matang.

Kasus pembunuhan Ustaz Saidi masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian. Mereka berharap dapat segera mengungkap motif Galang dan menuntaskannya ke meja hijau.

Beberapa poin penting dari kasus ini:

  • Galang membeli pisau lipat secara online dua minggu sebelum membunuh Ustaz Saidi.
  • Dia menggunakan identitas palsu dan melakukan pembayaran dengan transfer bank.
  • Polisi menduga Galang telah merencanakan pembunuhan tersebut jauh-jauh hari.
  • Motif Galang masih didalami oleh pihak kepolisian.

Pertanyaan yang masih belum terjawab:

  • Apa motif Galang membunuh Ustaz Saidi?
  • Apakah Galang mengenal Ustaz Saidi sebelumnya?
  • Apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini?

Polisi diharapkan dapat segera mengungkap semua pertanyaan ini dan memberikan keadilan bagi keluarga Ustaz Saidi.

Judi Online Kian Terdesak! Kemkominfo Blokir Hampir 2 Juta Konten Sejak Juli 2023

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan komitmennya dalam memberantas judi online di Indonesia. Terhitung sejak Juli 2023 hingga 22 Mei 2024, Kominfo telah memutus akses terhadap hampir 2 juta konten judi online. Hal ini menunjukkan langkah tegas pemerintah dalam memerangi perjudian online yang meresahkan masyarakat.

Upaya pemblokiran ini dilakukan melalui berbagai platform digital dan situs web. Kominfo bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyelenggara platform digital, untuk memastikan efektivitas pemblokiran.

Selain pemblokiran konten, Kominfo juga telah mengambil langkah lain untuk memberantas judi online, seperti:

  • Bekerjasama dengan Polri untuk menindak pelaku judi online.
  • Memblokir rekening bank dan e-wallet yang digunakan untuk transaksi judi online.
  • Melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat tentang bahaya judi online.

Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen dan akan berusaha lebih keras untuk memberantas judi online. “Judi online merupakan penyakit masyarakat yang harus diberantas. Kami akan terus melakukan langkah-langkah tegas untuk melindungi masyarakat dari bahaya judi online,” tegasnya.

Upaya pemberantasan judi online ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Masyarakat berharap dengan langkah tegas pemerintah, judi online dapat diberantas dan tidak lagi meresahkan masyarakat.

Berikut beberapa dampak positif dari pemblokiran judi online:

  • Masyarakat terhindar dari bahaya kecanduan judi.
  • Meminimalisir potensi kerugian finansial akibat judi.
  • Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
  • Mencegah terjadinya tindak kriminal yang terkait dengan judi.

Pemberantasan judi online merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk turut mendukung upaya pemerintah dengan tidak terlibat dalam perjudian online dan melaporkan jika menemukan aktivitas judi online.

Mari bersama-sama kita ciptakan ruang digital yang bersih dan aman dari perjudian online!

Terungkap! Pabrik Narkoba Modern di Rumah Elit Surabaya, Produksi Jutaan Pil Terlarang

Surabaya, 23 Mei 2024 – Terbongkarnya sebuah pabrik narkoba modern di kawasan elit Surabaya pada hari Senin (21/5) menggemparkan masyarakat. Penggerebekan oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya ini berhasil menyita jutaan pil terlarang dan menangkap seorang tersangka.

Operasi penggerebekan dilakukan di sebuah rumah megah di kawasan Kertajaya Indah Timur, Sukolilo. Dari luar, rumah tersebut tampak seperti hunian biasa di antara deretan rumah mewah lainnya. Namun, di balik kemewahannya, rumah tersebut ternyata menyimpan aktivitas gelap sebagai pabrik narkoba.

Polisi menemukan berbagai peralatan canggih yang digunakan untuk memproduksi narkoba, seperti alat pengaduk, pemasak, pembentuk, dan pengemasan. Fasilitasnya bahkan disebut mirip dengan pabrik pembuatan kue kering rumahan. Barang bukti yang disita pun tak main-main, yaitu 6,78 juta butir pil terlarang, terdiri dari 1,08 juta butir pil carnophen dan 5,7 juta butir pil koplo (Double L).

Menurut penyelidikan, pabrik narkoba ini dioperasikan oleh seorang residivis berinisial MY. Ia diduga terhubung dengan jaringan narkoba Malaysia dan memproduksi pil terlarang tersebut untuk diedarkan di Jawa Timur dan Bali.

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa bahaya narkoba telah merambah ke berbagai kalangan, termasuk masyarakat elit. Hal ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk selalu waspada dan meningkatkan upaya pencegahan narkoba.

Dampak dan Bahaya:

Pabrik narkoba di rumah elit Surabaya ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran besar. Jutaan pil terlarang yang diproduksi di sana berpotensi merusak masa depan generasi muda dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa jaringan narkoba semakin terorganisir dan canggih dalam menjalankan aksinya. Mereka tidak segan-segan memanfaatkan berbagai cara untuk mengelabui aparat dan meraup keuntungan besar.

Upaya Penanganan:

Pengungkapan pabrik narkoba ini merupakan langkah positif dalam upaya pemberantasan narkoba. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba di Indonesia.

Pemerintah perlu meningkatkan koordinasi antarinstansi terkait, seperti BNN, Polri, dan Bea Cukai, untuk memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap jaringan narkoba. Selain itu, edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba juga harus terus digencarkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Masyarakat pun harus turut berperan aktif dalam memerangi narkoba. Apabila melihat aktivitas mencurigakan yang terkait dengan narkoba, segera laporkan kepada pihak berwajib terdekat.

Terbongkarnya pabrik narkoba di rumah elit Surabaya ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bahaya narkoba tidak mengenal batas. Kita harus bersatu dan bekerja sama untuk memerangi narkoba demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Terungkap! Inilah Nama 11 Tersangka Pembunuhan Vina Cirebon

JENDRALMAYAKasus pembunuhan Vina yang menggemparkan Kota Cirebon di tahun 2016 silam akhirnya menemui titik terang. Setelah 8 tahun lamanya, identitas 11 tersangka berhasil diungkap, dengan 3 di antaranya masih buron.

Berikut nama-nama 11 tersangka pembunuhan Vina Cirebon:

1. Tersangka yang sudah diadili dan dipenjara:

  • Rivaldi Aditya Wardana
  • Eko Ramdhani
  • Hadi Saputra
  • Jaya
  • Eka Sandi
  • Sudirman
  • Supriyanto
  • Saka Tala

2. Tersangka yang masih buron:

  • Pegi alias Perong
  • Andi
  • Dani

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap ketiga tersangka yang masih buron.

Baca Juga : Mengejutkan! 8 Terdakwa Pembunuhan Vina Cirebon Cabut Keterangan, 3 DPO Masih Buron

Kasus pembunuhan Vina menjadi sorotan publik karena kekejamannya dan melibatkan banyak pelaku. Diharapkan dengan terungkapnya identitas semua tersangka, keluarga korban dapat memperoleh keadilan.