Gaswat! Pinjol Bisa Memotong Uang di Rekening Kita Tanpa Persetujuan?

Sekarang ini, banyak nasabah pinjaman online (pinjol) yang resah karena uang di rekening mereka tiba-tiba dipotong secara diam-diam oleh pihak pinjol. Hal ini tentu saja meresahkan dan menimbulkan pertanyaan besar bagai masayarakat. Bagaimana bisa pinjol memotong uang di rekening tanpa persetujuan nasabah?

Beberapa modus yang digunakan pinjol nakal memotong dana secara ilegal:

1. Akses Data Pribadi Berlebihan: Saat mengajukan pinjaman, nasabah sering kali diminta untuk memberikan akses ke berbagai data pribadi, termasuk SMS, kontak, dan galeri foto. Pinjol nakal dapat memanfaatkan akses ini untuk mencuri informasi penting seperti data perbankan dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan nasabah.

2. Ketentuan Layanan yang Abu-abu: Perjanjian pinjaman online terkadang dibuat rumit dan penuh dengan bahasa yang membingungkan. Nasabah, karena terburu-buru ingin mendapatkan pinjaman, sering kali tidak membaca dengan seksama isi perjanjian. Hal ini dimanfaatkan oleh pinjol nakal untuk menyembunyikan klausul yang memungkinkan mereka memotong dana dari rekening nasabah tanpa persetujuan.

3. Penagihan Agresif dan Teror: Pinjol nakal sering menggunakan metode penagihan yang agresif dan penuh teror untuk menakut-nakuti nasabah agar segera melunasi pinjaman. Dalam situasi tertekan, nasabah mungkin saja menyetujui pemotongan dana dari rekening mereka sebagai jalan keluar.

Berikut cara menghindari penipuan pinjol:

1. Pinjam Hanya di Pinjol Terdaftar OJK: Pastikan Anda hanya meminjam uang di perusahaan pinjol yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Daftar pinjol legal dapat dilihat di website OJK.

2. Baca Perjanjian dengan Seksama: Sebelum mengajukan pinjaman, luangkan waktu untuk membaca dengan seksama isi perjanjian pinjaman. Pastikan Anda memahami semua poin, terutama yang terkait dengan akses data pribadi dan pemotongan dana.

3. Jangan Berikan Akses Berlebihan: Berhati-hatilah saat memberikan akses ke data pribadi kepada pinjol. Hindari memberikan akses ke galeri foto, kontak, dan SMS.

4. Laporkan ke OJK: Jika Anda menjadi korban penipuan pinjol, segera laporkan ke OJK melalui call center 157.

Sebagai nasabah kita wajib tau bahwa Anda memiliki hak sebagai nasabah. Jangan ragu untuk melawan pinjol nakal dan lindungi diri Anda dari penipuan.

Mari kita bersama-sama cegah penipuan pinjol dan ciptakan ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya!