HGB Kamu Habis? Jangan Resah, Ini Solusinya!

Hak Guna Bangunan (HGB) adalah hak untuk mendirikan dan menggunakan bangunan di atas tanah yang bukan milik sendiri. Jangka waktu HGB paling lama adalah 30 tahun, dan dapat diperpanjang untuk dua kali periode, yaitu 60 tahun.

Namun, bagaimana jika HGB kamu habis? Tenang, tidak perlu panik. Ini beberapa solusi dari saya yang bisa kamu lakukan:

1. Perpanjangan HGB

Solusi yang paling ideal adalah memperpanjang HGB sebelum masa berlakunya habis. Kamu dapat mengajukan permohonan perpanjangan HGB ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) paling lambat 2 tahun sebelum HGB habis.

Persyaratan perpanjangan HGB:

  • Sertifikat HGB yang masih berlaku
  • Bukti pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB)
  • Surat ukur tanah
  • Surat pernyataan pemenuhan persyaratan
  • Izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Persetujuan dari pemegang hak atas tanah (jika tanahnya bukan milik sendiri)

Biaya perpanjangan HGB:

Biaya perpanjangan HGB dihitung berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan bangunan.

2. Pemeliharaan Hak Guna Bangunan (PHGB)

Jika kamu terlambat mengajukan perpanjangan HGB, kamu masih dapat mengajukan Pemeliharaan Hak Guna Bangunan (PHGB). PHGB hanya diberikan satu kali untuk jangka waktu paling lama 30 tahun.

Persyaratan PHGB:

  • Sertifikat HGB yang telah habis masa berlakunya
  • Bukti pembayaran BPHTB dan BPHTB
  • Surat ukur tanah
  • Surat pernyataan pemenuhan persyaratan
  • Izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Persetujuan dari pemegang hak atas tanah (jika tanahnya bukan milik sendiri)

Biaya PHGB:

Biaya PHGB dihitung berdasarkan NJOP tanah dan bangunan, dengan tarif yang lebih tinggi dibandingkan perpanjangan HGB.

3. Konversi Hak atas Tanah

Jika kamu tidak ingin memperpanjang HGB atau PHGB, kamu dapat mengonversi hak atas tanah menjadi Hak Milik (HM) atau Hak Atas Tanah (HPL).

Persyaratan konversi hak atas tanah:

  • Sertifikat HGB yang telah habis masa berlakunya atau sertifikat PHGB
  • Bukti pembayaran BPHTB dan BPHTB
  • Surat ukur tanah
  • Surat pernyataan pemenuhan persyaratan
  • Izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Persetujuan dari pemegang hak atas tanah (jika tanahnya bukan milik sendiri)
  • Membayar ganti rugi kepada negara (untuk konversi HGB ke HM)

Biaya konversi hak atas tanah:

Biaya konversi hak atas tanah dihitung berdasarkan NJOP tanah dan bangunan, dengan tarif yang bervariasi tergantung jenis hak yang dikonversi.

Tips tambahan:

  • Sebaiknya kamu mengurus perpanjangan HGB sebelum masa berlakunya habis.
  • Jika kamu terlambat mengajukan perpanjangan HGB, segera konsultasikan dengan PPAT atau BPN untuk mengetahui solusi terbaik.
  • Pastikan kamu melengkapi semua persyaratan yang diperlukan sebelum mengajukan permohonan perpanjangan HGB, PHGB, atau konversi hak atas tanah.

Kesimpulan:

HGB yang habis bukan berarti dunia kiamat. Ada beberapa solusi yang bisa kamu lakukan, seperti perpanjangan HGB, PHGB, atau konversi hak atas tanah. Pilihlah solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kamu.