Jumlah Korban Meninggal Banjir Bandang Sumbar Meningkat Menjadi 58 Orang

Padang, 15 Mei 2024Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (11/5) dan Minggu (12/5) terus bertambah. Hingga Selasa (14/5) siang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 58 orang meninggal dunia.

Berdasarkan pusat Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan keteranganya, Rabu (15/5/2024), bahwa saat ini Pusdalops dan BPBD setempat masih terus berupaya melakukan pengkajian dan pemutakhiran data menyusul masih ada proses pencarian dan evakuasi korban.

Saat ini korban jiwa yang meninggal dalam bencana ini sudah tercatat menjadi 50 orang,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan resminya, Selasa (14/5/2024). Suharyanto mengatakan pemerintah saat ini telah mengupayakan sejumlah solusi menyusul dampak kerusakan yang diakibatkan dari bencana ini. Berikut solusi diantaranya perbaikan jalur transportasi untuk memudahkan pendistribusian logistik, modifikasi cuaca, hingga opsi relokasi rumah.

Hal itu disampaikan Suharyanto usai meninjau enam titik lokasi terdampak yakni Bukikbatabuah Kabupaten Agam, Pandai Sikek Sepuluh Kota, Lubuk Mata Kuciang, Lembah Anai, Simpang Manunggal, dan Jorong Panti Kabupaten Tanah Datar. Peninjauan tersebut dilakukan pada hari kedua kunjungan kerja Kepala BNPB, Selasa (14/5).

Fokus pemerintah sekarang menargetkan proses penanganan darurat dapat berjalan optimal dan cepat. supaya lokasi yang terdampak dapat segera kembali pulih dan kembali normal.

Setelah kami melakukan peninjauan di empat lokasi, besok baru rencananya ke pengungsian. Saat ini kondisi masih tanggap darurat, sehingga hal pertama yang ingin kami pastikan di lokasi yang terdampak segera kembali ke kondisi normal jadi alat berat kita turunkan di pasmastikan sudah bergerak menujuĀ  lokasi terdampak di Bukikbatabuah, Kab. Agam.

Selain melakukan pengerahan alat berat untuk membantu mempercepat normalisasi kondisi dan pembersihan material banjir dan longsor di area permukiman, juga mendorong terus dilakukannya pendataan  terhadap rumah, yang mengalami sejumlah kerusakan baik rusak parah, rusak sedang, dan rusak ringan.

Suharyanto menambahkan, selain korban meninggal, terdapat 35 orang masih hilang, 37 orang luka-luka, dan 3.396 jiwa mengungsi.

Perkembangan terkini disampaikan untuk orang hilang 27 orang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi. Data ini akan terus berkembang sesuai perkembangan data terbaru yang kami terima.

Banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di Sumbar, di antaranya Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Solok Selatan, dan Kota Padang.

Tim SAR gabungan dari berbagai instansi masih terus melakukan pencarian korban di lokasi terdampak. Upaya pencarian terkendala oleh medan yang sulit dan cuaca buruk.

Pemerintah dan lembaga kemanusiaan juga terus berupaya membantu para korban. Bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, dan tenda pengungsian telah didistribusikan ke lokasi terdampak.

Berikut beberapa informasi penting terkait banjir bandang Sumbar:

Berikut beberapa informasi penting terkait banjir bandang Sumbar:

  • Penyebab: Hujan lebat dan luapan air sungai
  • Wilayah terdampak: Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Solok Selatan, dan Kota Padang
  • Korban: 58 orang meninggal, 35 orang hilang, 37 orang luka-luka, 3.396 orang mengungsi
  • Upaya penanganan: Pencarian dan evakuasi korban, distribusi bantuan, pendataan kerusakan

Catatan:

  • Jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah.
  • Tim SAR masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban.
  • Informasi terbaru terkait bencana ini dapat diakses melalui sumber-sumber resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *