Kejam! Anak Tega Robohkan Rumah Ibu Kandung Demi Uang Rp 50 Juta

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Malang, Jawa Timur. Seorang anak Khoirul Ramadani (23) tega merobohkan rumah ibu Sugiati (43) kandungnya sendiri menggunakan buldozer. Motif di balik perbuatan kejam tersebut diduga karena masalah uang sebesar Rp 50 juta.

Peristiwa ini sontak viral di media sosial dan mengundang kemarahan publik. Sang ibu, yang diketahui bernama Sugiati (43), kini tak lagi memiliki tempat tinggal akibat aksi nekat anaknya tersebut.

Kejadian ini terjadi pada hari Jumat (17/5/1024) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Seperti vidio viral yang beredar di masyarakat sat ini, dalam vidio ini sebuah bulldozer datang menghancurkan rumah Sugiati (43), mulai dari bagian depan rumah hingga rumahnya hampir rata dengan tanah. Tempat kejadian ini di Dusun Gadungan, Ds Karanganyar, Kec Poncokusumo, Kab Malang, Jawa Timur.

Menurut keterangan warga sekitar,Sugiati (43) dan anaknya memang kerap terlibat perselisihan. Namun, tak ada yang menduga permasalahan tersebut akan berujung pada tindakan drastis.

Sugiati menuturkan, bahwa anak sulungnya, Khoirul Ramadani (23) tega melakukan hal tersebut lantaran kecewa dengan pembagian harta gono-gini dari ibunya. Pada waktu itu Sugiati menawarkan uang Rp. 50 juta berdasarkan hasil penjualan rumah dan meminta Khoirul untuk di bagi setengah sama rata dengan adik perempuannya.

Kini, rumah Sugiati sudah rata dengan tanah. Sugiati terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudaranya yang terletak tak jauh dari rumahnya yang sudah di robohkan anak kandungnya sendiri. Walau begitu, Sugiati mengaku ikhlas dengan semua kejadian ini dan pasrah terhadap kejadian ini atas apa yang sudah diperbuat oleh putranya itu (sambil menahan air mata).
Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memunculkan diskusi tentang pentingnya hormat kepada orang tua. Psikolog pun angkat bicara terkait kasus ini, mereka menyarankan agar masyarakat meningkatkan komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga untuk mencegah terjadinya hal serupa.

Selain itu, kasus ini juga memunculkan perdebatan tentang perlunya edukasi moral yang lebih kuat untuk anak-anak. Banyak yang berpendapat bahwa pendidikan moral sejak dini dapat membantu mencegah terjadinya aksi tidak hormat kepada orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *