Mencicipi Sejarah: Menyantap Orem-Orem, Kuliner Langka Khas Malang yang Penuh Pesona

Di antara hiruk pikuk kuliner khas Malang yang terkenal seperti bakso, pecel krawu, dan soto ayam, terdapat satu hidangan langka yang tak boleh dilewatkan: Orem-orem. Sajian ini menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar yang dijamin bikin ketagihan.

Orem-orem terdiri dari ketupat, tempe goreng, tauge, dan irisan bawang goreng yang disiram dengan kuah santan gurih berbumbu rempah-rempah. Tak lupa, hidangan ini juga dilengkapi dengan sambal pedas untuk menambah sensasi rasa.

Keunikan orem-orem terletak pada ketupatnya yang berukuran besar, berbeda dengan ketupat pada umumnya yang kecil-kecil. Tempe yang digunakan pun khas Malang, yaitu tempe semangit dengan tekstur yang lebih padat dan rasa yang lebih gurih.

Menyantap orem-orem paling nikmat saat masih hangat, ditemani dengan segelas es teh manis atau kopi pahit. Sensasi gurihnya kuah santan berpadu dengan pedasnya sambal dan segarnya tauge, menghasilkan perpaduan rasa yang tak terlupakan.

Menemukan Orem-Orem di Malang

Menemukan orem-orem di Malang tidak semudah menemukan kuliner khas Malang lainnya. Hidangan ini memang tergolong langka dan hanya disajikan oleh beberapa warung makan tertentu. Salah satu warung orem-orem yang terkenal adalah Orem-Orem Khas Malang yang terletak di Jalan Blitar No. 14, Sumbersari, Lowokwaru, Malang.

Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Malang, jangan lupa untuk mencicipi orem-orem. Kuliner langka ini dijamin akan memanjakan lidah Anda dan memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Tips Menyantap Orem-Orem:

  • Orem-orem paling nikmat disantap saat masih hangat.
  • Aduk rata semua bahan sebelum disantap agar bumbu dan rasa tercampur sempurna.
  • Tambahkan sambal sesuai selera untuk sensasi pedas yang lebih mantap.
  • Nikmati orem-orem dengan segelas es teh manis atau kopi pahit untuk pelengkap.

Orem-orem, kuliner langka khas Malang yang gurih, pedas, dan segar, siap memanjakan lidah Anda dan menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *