Pelecehan Payudara di Bandung Terungkap, Pelaku Menyerahkan Diri Usai Cabuli Pelajar

Bandung – Kasus pelecehan payudara di Bandung kembali terungkap. Kali ini, seorang pelajar menjadi korban aksi bejat pelaku yang kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Akhirnya pelaku pelecehan payudara yang meresahkan warga bandung menyerahkan diri usai melaksanakan aksinya mencabuli seorang pelajar di Jalan Jupiter Barat, Kota Bandung. Aksi ini secara tak sengaja terekam kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) di salah satu rumah warga. Berdasarkan hasil tangkapan CCTV terlihat jelas pelaku memegang payudara bagian sensitif tubuh korban. Kapolsek Buahbatu Kompol Rizal Jatnika memberikan keterangan bahwa aksi tindakan cabul pengendara motor ini terjadi siang pekan lalu.

Dalam rekaman CCTV pelaku terlihat berpura-pura menanyakan alamat kepada pejalan kaki di Jalan Jupiter Barat dan melakukan tindakan cabul tersebut. berdasarkan keterangan saksi, pelaku berpura-pura menanyakan alamat kemudian memegang payudara korban sehingga korban menjerit dan lari, sat di mintai keteranga, Rabu (15/5/2024).

Akhirnya korban yang saat itu tengah berjalan pulang langsung menyampaikan peristiwa buruk yang tidak mengenakan dialaminya kepada orangtuanya. Setelah mendengar kejadian naas tersebut, akhirnya orang tua korban segera melapor ke pihak kepolisian.  Penyidik langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas pelaku yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Bandung.

berdasarkan hasil rekaman kendaraan pelaku berpelat F, penyidik langsung mendatangi rumah terduga pelaku di Sukabumi.  Polisi kemudian mengimbau keluarga pelaku agar kooperatif, hingga akhirnya pelaku menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Akhirnya pelaku menyerahkan diri ke Polsek Buah Batu di antar keluarganya dan didampingi kuasa hukumnya pada hari Senin tanggal 13 Mei. Atas perbuatannya, pelaku di kenakan sanksi hukum sesuai Pasal 82 Perpu I/ 2016 jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang kasus Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi kini masih mendalami motif pelaku melakukan aksi bejat tersebut. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun berdasarkan Pasal 82 KUHP tentang Tindak Pidana Pencabulan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap aksi pelecehan seksual, terutama bagi para pelajar perempuan. Orang tua juga diimbau untuk selalu mengawasi anak-anak mereka saat bepergian.

Berikut beberapa tips untuk menghindari pelecehan seksual:

  • Selalu waspada dan perhatikan sekitar.
  • Hindari berjalan sendirian di tempat sepi.
  • Gunakan pakaian yang sopan dan tertutup.
  • Jangan ragu untuk berteriak atau melawan jika mengalami pelecehan.
  • Laporkan kejadian pelecehan seksual kepada pihak kepolisian.

Masyarakat juga diharapkan untuk tidak menoleransi aksi pelecehan seksual dan berani untuk melapor kepada pihak berwajib. Dengan demikian, diharapkan kasus-kasus pelecehan seksual dapat diminimalisir dan para pelaku dapat dihukum dengan setimpal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *