Putri Ariani Dihujani Kritik Media Malaysia: Benarkah Tak Profesional?

Putri Ariani, penyanyi muda Indonesia yang namanya melambung setelah tampil di America’s Got Talent 2023, baru-baru ini menuai kritik pedas dari media Malaysia. Kritik tersebut muncul setelah Putri Ariani dikabarkan tidak menghadiri sesi wawancara lanjutan dengan media lokal usai konferensi pers konser Alan Walker di Kuala Lumpur pada 29 Mei 2024.

Menurut media Malaysia, Putri Ariani dan timnya telah menjanjikan sesi wawancara lanjutan setelah konferensi pers. Namun, setelah para jurnalis menunggu selama dua jam, ayah Putri Ariani menginformasikan bahwa putrinya tidak akan hadir. Hal ini tentu saja membuat para jurnalis kecewa dan merasa dipermainkan.

Kekecewaan media Malaysia terhadap Putri Ariani

Media Malaysia mengecam tindakan Putri Ariani dan timnya yang dianggap tidak profesional. Mereka menilai bahwa Putri Ariani telah membuang waktu para jurnalis dan mengabaikan komitmennya.

Media Malaysia, Harian Metro, bahkan telah menulis artikel dengan judul “Putri Ariani ‘sidai’ media hampir dua jam, dasar tak profesional”. Artikel tersebut berisi kritik pedas terhadap Putri Ariani dan timnya, dan menyayangkan sikap mereka yang dianggap tidak menghormati media.

Klarifikasi dari Putri Ariani dan Tim

Menanggapi kritik tersebut, Putri Ariani dan timnya telah mengeluarkan klarifikasi. Mereka menjelaskan bahwa Putri Ariani tidak bisa menghadiri sesi wawancara lanjutan karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan.

Tim Putri Ariani juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada para jurnalis. Mereka berjanji akan lebih profesional di masa depan dan berusaha untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dengan media.

Benarkah Putri Ariani Tak Profesional?

Terlepas dari klarifikasi yang telah diberikan, masih banyak pihak yang mempertanyakan profesionalisme Putri Ariani.

Beberapa orang berpendapat bahwa Putri Ariani dan timnya seharusnya bisa memberikan informasi yang lebih jelas dan tepat waktu kepada para jurnalis.

Ada juga yang menilai bahwa Putri Ariani masih kurang berpengalaman dalam menghadapi media, sehingga ia tidak bisa menangani situasi dengan baik.

Kesimpulan

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi Putri Ariani dan timnya untuk selalu menjaga profesionalisme dalam bekerja, terutama saat berhadapan dengan media.

Komunikasi yang terbuka dan transparan dengan media juga sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan membangun citra yang positif.