Ribuan Buruh Siap Gelar Demo Besar di Istana Tolak Tapera, Tuntut Pencabutan PP 21/2024 dan Revisi UU

Jakarta, 5 Juni 2024Ribuan buruh dari berbagai organisasi serikat pekerja di Indonesia bersiap menggelar demonstrasi besar di depan Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (6/6/2024). Aksi ini bertujuan untuk menolak program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dianggap memberatkan buruh.

Para buruh menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan bahwa iuran Tapera sebesar 3% dari gaji buruh sangat memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini.

“Buruh sudah dibebani dengan berbagai potongan gaji, seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan pajak. Penambahan iuran Tapera 3% ini semakin memperburuk kondisi keuangan buruh,” kata Said Iqbal dalam keterangan persnya, Rabu (5/6/2024).

Selain itu, para buruh juga menilai bahwa program Tapera tidak jelas dan tidak menjamin mereka akan mendapatkan rumah.

“Pemerintah mengatakan bahwa Tapera akan membantu buruh untuk memiliki rumah. Tapi, bagaimana mungkin dengan iuran 3% selama 10-20 tahun, buruh bisa membeli rumah? Harga rumah terus naik, sedangkan gaji buruh tidak,” ujar Said Iqbal.

Para buruh mendesak pemerintah untuk mencabut PP 21/2024 dan merevisi UU Tapera agar lebih berpihak kepada buruh.

“Kami meminta dengan hormat kepada pemerintah untuk mencabut PP 21/2024 dan merevisi UU Tapera. Program ini harus dihentikan karena memberatkan buruh dan tidak jelas manfaatnya,” tegas Said Iqbal.

Aksi demonstrasi buruh diprediksi akan diikuti oleh ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Berikut adalah beberapa tuntutan para buruh:

  • Pencabutan PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)
  • Tuntutan Revisi UU Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat sebesar 3%.
  • Turunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok
  • Naikkan upah minimum provinsi (UMP)
  • Ciptakan lapangan kerja yang layak

Pemerintah telah menyatakan akan mendengarkan aspirasi para buruh terkait program Tapera.

“Pemerintah terbuka untuk berdialog dengan buruh terkait program Tapera. Kami ingin mencari solusi terbaik untuk semua pihak,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dalam sebuah pernyataan.