Fakta-Fakta Kasus Penganiayaan Balita Aghnia Punjabi oleh Baby Sitter

Kronologi Kejadian:

  • Pada tanggal 28 Maret 2024, sekitar pukul 04.18 WIB, Aghnia Punjabi, seorang selebgram, mendapati anaknya yang berusia 1,5 tahun, JAP, dalam keadaan terluka.
  • Aghnia melihat luka lebam di mata kiri JAP, luka di telinga kanan, dan luka gores di pipi.
  • Aghnia kemudian memeriksa CCTV di rumahnya dan melihat pengasuh JAP, Indah Permatasari (27), melakukan penganiayaan terhadap JAP.
  • Penganiayaan tersebut terjadi selama kurang lebih 1 jam 15 menit.
  • Aghnia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota.

Pelaku dan Motif:

  • Pelaku penganiayaan adalah Indah Permatasari, 27 tahun, asal Bojonegoro.
  • Motif penganiayaan masih diselidiki, namun diduga karena pelaku kesal saat JAP menolak diobati.
  • Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polresta Malang Kota.

Bukti dan Tindakan Hukum:

  • Bukti penganiayaan berupa rekaman CCTV dan hasil visum et repertum telah diserahkan kepada pihak kepolisian.
  • Aghnia dan suaminya telah dimintai keterangan sebagai saksi.
  • Pelaku terancam pasal 80 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dampak dan Respon Masyarakat:

  • Kasus penganiayaan ini viral di media sosial dan mendapat banyak kecaman dari masyarakat.
  • Masyarakat geram dengan tindakan pelaku yang tega menganiaya balita.
  • Aghnia mengimbau kepada para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam memilih pengasuh anak.

Kronologi Lengkap Penganiayaan

Berdasarkan rekaman CCTV, berikut kronologi lengkap penganiayaan yang dilakukan Indah Permatasari terhadap JAP:

04.18 WIB:

  • JAP terbangun dan menangis.
  • Indah menggendong JAP dan membawanya ke ruang tamu.

04.22 WIB:

  • Indah mulai memukul JAP dengan buku tebal di bagian kepala dan punggung.
  • Indah juga menjambak rambut JAP dan membenturkan kepalanya ke tembok.

04.30 WIB:

  • Indah meletakkan JAP di sofa dan memukulnya dengan bantal.
  • Indah kemudian menendang JAP di bagian perut.

04.45 WIB:

  • Indah memukul JAP dengan sapu di bagian kaki dan tangan.
  • Indah juga mencekik JAP dan membungkam mulutnya dengan tangan.

05.00 WIB:

  • Penganiayaan berhenti dan Indah pergi meninggalkan JAP di ruang tamu.

05.30 WIB:

  • Aghnia bangun dan melihat JAP dalam keadaan terluka.
  • Aghnia kemudian memeriksa CCTV dan melihat penganiayaan yang dilakukan Indah.

Dampak Penganiayaan

Penganiayaan yang dilakukan Indah menyebabkan JAP mengalami luka lebam di mata kiri, luka di telinga kanan, luka gores di pipi, dan trauma psikologis. JAP menjadi takut dan tidak mau digendong oleh orang lain.

Proses Hukum

Indah Permatasari telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polresta Malang Kota. Dia dijerat dengan pasal 80 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pesan Aghnia Punjabi

Aghnia Punjabi mengimbau kepada para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam memilih pengasuh anak. Dia juga menghimbau agar para orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak-anak mereka.

Kasus ini masih terus bergulir di Polresta Malang Kota. Aghnia dan keluarga berharap pelaku dapat dihukum seadil-adilnya.

Catatan:

  • Artikel ini hanya memuat informasi yang tersedia di media massa.
  • Informasi dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan kasus.

Sumber:

Oleh Jendral Maya