Akhirnya Rektor Unri mencabut Laporan Polisi tentang Mahasiswa yang mengkritik Uang Kuliah

Akhirnya Rektor Universitas Riau (Unri) Prof Sri Indarti mencabut laporanya ke mahasiswa yang bernama  Khariq Anhar tentang kritikan uang kuliah tunggal (UKT) tidak dilanjutkan. Beliu mengungkapkan sudah koordinasi dengan Polda Riau untuk tidak melanjutkan laporan tersebut.
Menurut  hasil penyelidikan di Polda Riau mengetahui bahwa pemilik akun adalah mahasiswa Universitas Riau, Berdasarkan hasil penyelidikan persoalan ini tidak layak dilanjutkan dan sudah koordinasi dengan Polda Riau. Perwakila Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, juga sudah menyampaikan kepada mahasiswa tersebut bahwa persoalannya sudah diselesaikan dan tidak ditindak lanjuti, Berdasarkan pernyataan  Sri yang dilansir detikSumut, pada Jumat (10/55/2024).

Sri Indarti mengatakan tidak melaporkan Khariq Anhar itu hanya  sebuah kesalahan  akun di media sosial. Beliu menilai ada kesalahan informasi dari akun media sosial tersebut yang dikelola oleh para mahasiswanya. Sebetulnya tidak ada laporan yang dilakukan kepada mahasiswanya, tetapi yang dilaporkan adalah akun  Aliansi Mahasiswa sehingga menyebabkan terjadi kesalahan informasi,” ucapnya.

Sri indarti mengakui  tidak ada niat untuk mengkriminalisasikan  Khariq Anhar. Beliau membuka tempat kritik untuk semua mahasiswaya, termasuk tentang kebijakan uang kuliah.
Sebagai Rektor Universitas Riau, beliu tidak bermaksud ingin mengkriminalisasikan mahasiswanya sendiri, beliu tidak ingin membungkam  kebebasan berpendapat para mahasiswanya, dan memberikan tempat sebagai sarana untuk menyampaiakan kritik, saran dan masukkan yang bermanfaat terhadap kebijakan, di dalamnya termasuk Iuran Pembangunan Institusi (IPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Untuk biaya pendidikan di Universitas Riau, dari pihak kami mengedepankan prinsip keadilan demi menjamin hak mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang sama dan layak bagi seluruh mahasiswanya.