Benarkah Mobil Jarang Dipakai Bikin Komponen Cepat Rusak? Simak Faktanya!

Bagi para pecinta otomotif, memiliki mobil merupakan salah satu impian yang ingin diraih. Namun, kesibukan dan keterbatasan waktu terkadang membuat mobil jarang digunakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, benarkah mobil jarang dipakai bikin komponen cepat rusak? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Mitos dan Fakta Mobil Jarang Dipakai

Mitos:

  • Aki soak: Aki mobil memang membutuhkan penggunaan rutin agar tetap terisi dan berfungsi optimal. Namun, anggapan bahwa mobil jarang dipakai langsung membuat aki soak tidak sepenuhnya benar. Daya tahan aki dipengaruhi berbagai faktor, seperti kualitas aki, usia aki, dan kondisi penyimpanan mobil.
  • Ban kempis dan berjamur: Ban yang jarang digunakan memang lebih rentan terhadap kehilangan tekanan angin. Namun, jamur pada ban lebih dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan mobil, seperti tempat yang lembab atau terkena sinar matahari langsung.
  • Mesin berkarat dan oli mengental: Mesin mobil memang membutuhkan pelumasan oli secara rutin agar komponennya tidak berkarat dan oli tidak mengental. Namun, anggapan bahwa mobil jarang dipakai langsung membuat mesin berkarat dan oli mengental tidak sepenuhnya benar. Frekuensi penggunaan oli dipengaruhi berbagai faktor, seperti jarak tempuh mobil, jenis oli yang digunakan, dan kondisi mesin.
  • Rem blong dan kaki-kaki bermasalah: Rem mobil memang perlu digunakan secara berkala agar komponennya tetap berfungsi optimal. Namun, anggapan bahwa mobil jarang dipakai langsung membuat rem blong dan kaki-kaki bermasalah tidak sepenuhnya benar. Kondisi rem dan kaki-kaki lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kualitas komponen, usia komponen, dan gaya mengemudi.
  • Interior berjamur dan bau apek: Interior mobil yang jarang digunakan memang lebih rentan terhadap jamur dan bau apek. Hal ini disebabkan oleh minimnya aliran udara dan kelembapan yang tinggi di dalam kabin.

Fakta:

  • Komponen karet dan plastik lebih cepat getas: Karet dan plastik merupakan bahan yang umum digunakan pada komponen mobil. Komponen ini rentan terhadap getas dan retak jika jarang digunakan. Hal ini karena karet dan plastik membutuhkan peregangan dan kontraksi secara berkala agar tetap elastis.
  • Baterai remote kunci habis: Baterai remote kunci mobil memang membutuhkan penggunaan rutin agar tetap terisi. Jika mobil jarang digunakan, baterai remote kunci berisiko habis dan tidak dapat digunakan untuk membuka dan menutup mobil.
  • Kotoran dan debu menumpuk lebih mudah: Mobil yang jarang digunakan lebih mudah kotor dan berdebu. Hal ini karena tidak ada gesekan dari angin dan udara yang dapat membantu membersihkan kotoran. Kotoran dan debu yang menumpuk dapat merusak cat mobil dan komponen lainnya.

Tips Merawat Mobil Jarang Dipakai:

  • Nyalakan mesin mobil minimal seminggu sekali selama 10-15 menit: Hal ini membantu menjaga aki tetap terisi, oli bersirkulasi, dan komponen mesin lainnya tetap berfungsi optimal.
  • Parkir mobil di tempat yang teduh dan kering: Hindari memarkir mobil di bawah sinar matahari langsung atau di tempat yang lembab. Hal ini membantu mencegah ban berjamur, interior bau apek, dan komponen karet lainnya getas.
  • Gunakan cover mobil: Cover mobil dapat membantu melindungi mobil dari debu, kotoran, dan sinar matahari.
  • Cek tekanan angin ban secara berkala: Tekanan angin ban yang ideal dapat membantu mencegah ban kempis.
  • Bersihkan mobil secara rutin: Bersihkan mobil secara rutin untuk menghilangkan kotoran dan debu yang menumpuk.

Kesimpulan:

Mobil yang jarang dipakai memang tidak secara langsung membuat komponennya rusak. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mobil tetap terawat dan awet. Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menjaga mobil Anda tetap prima meskipun jarang digunakan.