Terungkap! Jual Beli Rekening Jadi Senjata Judi Online Raup Triliunan Rupiah

Jakarta, 15 Juni 2024 – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap modus baru judi online yang memanfaatkan jual beli rekening bank untuk menyembunyikan transaksi gelap mereka. Modus ini terungkap setelah PPATK melakukan analisis terhadap 102 kasus terkait judi online selama periode 2017-2023.

“Ternyata, modus baru yang digunakan oleh para bandar judi online ini adalah dengan membeli rekening bank dari masyarakat,” ungkap Ketua PPATK, Dian Suryawan, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/6/2024).

Dian menjelaskan, para bandar judi online membeli rekening bank tersebut dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000 per rekening. Rekening-rekening ini kemudian digunakan untuk menerima transferan dari para pemain judi online.

“Setelah uang dari para pemain terkumpul di rekening-rekening tersebut, barulah uang tersebut ditransfer ke rekening lain yang sudah dikuasai oleh bandar judi online,” kata Dian.

Menurut Dian, modus ini dilakukan untuk menghindari penelusuran transaksi oleh aparat penegak hukum. Sebab, dengan menggunakan rekening bank yang berbeda-beda, jejak transaksi judi online menjadi lebih sulit dilacak.

“Dengan modus ini, para bandar judi online bisa meraup keuntungan triliunan rupiah,” ujar Dian.

Dian mencontohkan, dari hasil analisis PPATK terhadap 102 kasus judi online, ditemukan total nilai transaksi mencapai Rp517 triliun. “Ini hanya sebagian kecil dari total nilai transaksi judi online di Indonesia,” kata Dian.

PPATK pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak menjual rekening bank mereka kepada pihak lain, terutama untuk keperluan judi online. Jual beli rekening bank merupakan sebuah tindakan ilegal dan bisa kenakan sanksi pidana, tegas Dian.

PPATK juga meminta kepada perbankan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan. “Perbankan harus segera melaporkan kepada PPATK jika ada transaksi yang tidak wajar,” kata Dian.

Dampak Negatif Judi Online

Judi online tidak hanya merugikan para pemainnya secara finansial, tetapi juga memiliki dampak negatif lainnya, seperti:

  • Merusak moral dan mental masyarakat
  • Meningkatkan kriminalitas
  • Memicu kecanduan
  • Menyebabkan perpecahan keluarga

Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi untuk memerangi judi online. Masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam judi online, aparat penegak hukum harus menindak tegas para bandar judi online, dan perbankan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan.

Bersama-sama, kita ciptakan Indonesia yang bebas dari judi online!