Hanya Menang Copa Italia, Massimiliano Allegri Resmi Dipecat Juventus

Juventus resmi memecat Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala pada tanggal 17 Mei 2024, hanya beberapa hari setelah timnya meraih gelar Coppa Italia. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Allegri baru saja memperpanjang kontraknya dengan Juventus hingga tahun 2025.

Pemecatan Allegri dikabarkan terjadi karena performa Juventus di Serie A yang dianggap tidak memuaskan. Juventus hanya finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A musim 2023/2024, dan gagal lolos ke Liga Champions.

Meskipun berhasil membawa Juventus meraih gelar Coppa Italia, performa Juventus di Serie A dianggap tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan di bawah asuhan Allegri.

Berikut beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab pemecatan Allegri:

  • Performa Juventus di Serie A yang mengecewakan: Juventus hanya finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A musim 2023/2024, dan gagal lolos ke Liga Champions.
  • Gaya bermain yang monoton: Allegri dikritik karena gaya bermain Juventus yang dianggap terlalu monoton dan tidak efektif.
  • Ketidakmampuan membangun tim yang kompetitif: Allegri dianggap gagal membangun tim yang kompetitif untuk bersaing di level tertinggi.
  • Ketidakcocokan dengan para pemain: Beberapa pemain Juventus dikabarkan tidak puas dengan metode pelatihan Allegri.

Pihak Juventus belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan Allegri sebagai pelatih kepala. Beberapa nama yang dikaitkan dengan kursi pelatih Juventus adalah Zinedine Zidane, Mauricio Pochettino, dan Antonio Conte.

Pemecatan Allegri ini menandai berakhirnya era baru di Juventus. Masih harus dilihat bagaimana Juventus akan bangkit dari keterpurukan ini dan kembali menjadi salah satu tim terbaik di Italia dan Eropa.

Allegri Dihukum Larangan Bertanding Usai Ngamuk di Final Coppa Italia

Milan, Italia – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, dihukum larangan bertanding dua pertandingan Coppa Italia oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) setelah ngamuk di final Coppa Italia melawan Atlanta pada Rabu (16/5/2024) malam.

Allegri terlihat marah besar kepada wasit setelah gol penentu kemenangan Atlanta dicetak oleh Federico Dimarco di menit ke-72. Dia kemudian melontarkan kata-kata kasar kepada wasit dan berusaha menyentuh wajahnya.

Aksi Allegri itu berujung kartu merah dari wasit Daniele Orsato. Dia pun harus meninggalkan lapangan dan tidak bisa menyelesaikan pertandingan.

FIGC kemudian menjatuhkan hukuman larangan bertanding dua pertandingan Coppa Italia kepada Allegri. Dia tidak akan bisa mendampingi Juventus di dua pertandingan Coppa Italia berikutnya, termasuk di semifinal jika timnya lolos.

Hukuman ini merupakan pukulan telak bagi Juventus, yang sedang berusaha bangkit di Coppa Italia setelah gagal di Serie A musim ini. Tim asuhan Allegri harus berjuang tanpa pelatihnya di dua pertandingan penting.

Reaksi Allegri

Allegri sendiri belum memberikan komentar terkait hukuman yang diterimanya. Dia dikabarkan sangat kecewa dengan keputusan wasit dan merasa dirugikan.

Beberapa pihak menilai hukuman yang dijatuhkan kepada Allegri terlalu berat. Mereka berpendapat bahwa Allegri hanya menunjukkan emosinya dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan.

Namun, pihak lain berpendapat bahwa Allegri harus dihukum karena perilakunya yang tidak sportif. Mereka berharap hukuman ini bisa menjadi pelajaran bagi Allegri dan pelatih-pelatih lain agar tidak melakukan hal serupa di masa depan.

Dampak Hukuman

Hukuman larangan bertanding ini tentu akan berdampak pada Juventus. Allegri adalah sosok penting bagi tim dan perannya tidak bisa digantikan oleh siapapun.

Kehilangan Allegri di dua pertandingan Coppa Italia berikutnya bisa membuat Juventus kesulitan untuk meraih kemenangan. Tim asuhannya harus berjuang ekstra keras untuk bisa lolos ke final.

Kasus ini menjadi pengingat bagi para pelatih untuk selalu menjaga emosinya di lapangan.