Waspada! Arisan Bodong di Bangka Belitung Telan Korban Ratusan Orang, Kerugian Capai Rp 4 Miliar!

Waspada! Penipuan berkedok arisan bodong kembali marak di Bangka Belitung. Ratusan warga menjadi korban dan mengalami kerugian hingga Rp 4 miliar. Modus yang digunakan pelaku terbilang licik, sehingga banyak orang tergoda untuk ikut arisan ini.

Saat ini kerugian ditaksir capai Rp 4 miliar , korban yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga ini tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Pelaku menjanjikan keuntungan berlipat ganda dari uang yang disetorkan.

Saat ini ada sekitar 150 orang yang menjadi korban arisan bodong, dan tentunya masih juga banyak korban lainnya yang tidak melapor. Menurut Kepala Reserse Kriminal Polres Belitung Timur, AKP Fatah Meilana, pada sabtu (23/6/2024). Menurutnya tersangka adalah seorang wanita berinisial N (26) yang saat ini telah kami amankan ditahannan. Kami masih mencoba melakukan pengembangan kasusu yang terjadi tentang keterkaitan korban lainnya.

Modus tersangka dengan menyebarkan bentuk tawaran arisan yang memberikan keuntungan, menurut Fatah. dalam melancarkan aksinya peserta diberikan masa tunggu terlebih dahulu dalam bentuk daftar yang harus menyetorkan nominal tertentu. Tetapi waktu jatuh tempo, keuntungan yang dijanjikan tak dibayarkan. Peserta menjadi tergoda karena ada salah satu anggota arisan sudah mendapatkan profit jutaan rupiah.

ternyata peserta semakin bertambah dengan setoran berbeda ada yang mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 20 juta. Semakin banyak uang yg disetorkan maka besar keuntungan yang dijanjikan. Setelah peserta banyak merasa dirugikan kemudian membuat laporan di kepolisian. saat ini penyelidikan sampai dengan N ditangkap di rumahnya di daerah Manggar.

Sebagian korban masih banyak yang belum melapor karena masih berharap uangnya masih bisa dikembalikan dan sebagian korban lainya berdomisili di luar Belitung. Barang bukti yang sudah kami dapatkan berupa buku tabungan, ponsel dan print out tanda transaksi pembayaran. Sekarang tersangka terancam Pasal 378 dan 372 KUHP dengan hukuman minimal empat tahun penjara.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap penipuan berkedok arisan. Jangan mudah tergoda untuk mendapatkan keuntungan besar yang tidak masuk akal.

Berikut beberapa tips agar terhindar dari arisan bodong:

  • Jangan mudah tergoda untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
  • Lakukan riset terlebih dahulu sebelum mengikuti arisan. Pastikan arisan tersebut legal dan terpercaya.
  • Jangan mudah menyerahkan uang kepada orang yang tidak dikenal.
  • Laporkan ke pihak berwajib jika menemukan arisan bodong.

Tergoda Judi Online, Petugas ATM Curi Uang Setoran Rp 1,1 Miliar

Batam, 23 Juni 2024 – Seorang oknum petugas pengisi uang ATM di Batam berinisial TS (27) tega menggasak uang setoran senilai Rp 1,1 miliar. Uang hasil curian tersebut digunakannya untuk berjudi togel online dan membeli beberapa unit motor.

Aksi pencurian ini dilakukan TS sejak awal Juni 2024 di 6 lokasi ATM berbeda milik Bank BUMN. Modus yang digunakannya yaitu dengan mengambil uang lebih banyak saat mengisi mesin ATM.

Kejahatan ini terbongkar setelah pihak bank mencurigai adanya kejanggalan pada laporan keuangan. TS pun mengakui perbuatannya dan kini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Moch. Dwi Rhamadhanto menegaskan bahwa pelaku melakukan tindak pencurian secara bertahap sejak 1-10 Juni 2024, namun ini masih dugaan sementara.

Sekarang Polresta Barelang melakukan pemberantasan judi online di Batam semakin gencar dilakukan. Menurutnya ini menjadi salah satu langkah terdepan dalam upaya penganan pencegahan semakin maraknya judi online. Contohnya kami berhasil mengungkap kasus sindikat judi online beromzet Rp 2,2 miliar, pada bulan Maret 2024 lalu. Dalam kasus itu kami berhasil menangkap 12 orang tersangka dan sudah kami proses hukum.

Beberapa poin penting dalam kasus pencurian uang setoran ATM ini:

  • TS, seorang petugas pengisi ATM di Batam, mencuri uang setoran senilai Rp 1,1 miliar.
  • Uang hasil curian digunakan untuk berjudi online dan membeli motor.
  • Aksi pencurian dilakukan di 6 lokasi ATM berbeda sejak awal Juni 2024.
  • Modus yang digunakan yaitu dengan mengambil uang lebih banyak saat mengisi mesin ATM.
  • Kasus ini terbongkar setelah pihak bank mencurigai adanya kejanggalan pada laporan keuangan.
  • TS telah diamankan oleh pihak kepolisian.
  • Kasus ini menjadi pengingat bagi petugas bank dan masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat jangan pernah tergoda untuk berjudi bagi para petugas bank agar selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja. Selain itu, kasus ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak tergoda dengan judi online yang dapat membawa dampak buruk bagi keuangan dan kehidupan.

Memalukan! 15 Anggota Polrestabes Medan Berstatus DPO, Diduga Terlibat Kasus Perampokan

Medan, 19 Juni 2024Berita Memalukan datang dari Sumatera Utara, di mana 15 anggota Polrestabes Medan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) atas dugaan keterlibatan dalam kasus perampokan. Kejadian ini mencoreng nama baik institusi Polri dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Menurut informasi yang beredar, para oknum polisi ini diduga melakukan aksi perampokan dengan modus jual beli sepeda motor secara Cash On Delivery (COD) pada tahun 2022. Mereka menipu korban dengan menawarkan sepeda motor dengan harga murah, kemudian merampok mereka saat melakukan transaksi di tempat yang telah ditentukan.

Kasus ini terbongkar setelah beberapa korban melapor ke pihak kepolisian. Akhirnya petugas kepolisian berhasil mengidentifikasi para pelaku setelah melakukan penyelidikan secara intensif. Namun, 15 anggota polisi tersebut melarikan diri sebelum ditangkap dan kini berstatus DPO.

Polda Sumatera Utara telah mengeluarkan perintah tegas untuk menangkap para buronan tersebut. Kepala Humas Polda Sumut, AKBP Sonny W “Kami akan tindak tegas para pelaku perampokan ini, meskipun mereka adalah anggota Polri,” ujar Kapolda Sumut.

Berikut daftar 15 anggota Polrestabes Medan yang buron bersetatus DPO

1. Bripka Sutrisno

2. Bripka Ari Galih

3. Aiptu Sutarso

4. Bripka Riswandi 

5. Brigadir Afriyanto Maha 

6. Brigadir Sapril 

7. Brigadir Muhammad Ade Nugraha 

8. Brigadir Jefri Suzaldi 

9. Brigadir Eliot TM Silitonga 

10. Brigadir Muladi 

11. Brigadir Refandi 

12. Briptu Haris K Putra 

13. Bripda Erdi Kurniawan 

14. Bripda Hasanuddin Sitohang 

15. Brigadir Rudianto Ginting


Masyarakat diimbau untuk membantu memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para DPO tersebut. Informasi dapat disampaikan ke pihak kepolisian terdekat atau melalui call center Polda Sumut.

Kasus ini tentu sangat memalukan bagi institusi Polri. Kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin tergerus akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini. Diharapkan pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku dan memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, perlu dilakukan evaluasi internal di tubuh Polri untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Peningkatan pembinaan dan pengawasan terhadap anggota Polri harus dilakukan secara berkala agar mereka selalu menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Terungkap! Jual Beli Rekening Jadi Senjata Judi Online Raup Triliunan Rupiah

Jakarta, 15 Juni 2024 – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap modus baru judi online yang memanfaatkan jual beli rekening bank untuk menyembunyikan transaksi gelap mereka. Modus ini terungkap setelah PPATK melakukan analisis terhadap 102 kasus terkait judi online selama periode 2017-2023.

“Ternyata, modus baru yang digunakan oleh para bandar judi online ini adalah dengan membeli rekening bank dari masyarakat,” ungkap Ketua PPATK, Dian Suryawan, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/6/2024).

Dian menjelaskan, para bandar judi online membeli rekening bank tersebut dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000 per rekening. Rekening-rekening ini kemudian digunakan untuk menerima transferan dari para pemain judi online.

“Setelah uang dari para pemain terkumpul di rekening-rekening tersebut, barulah uang tersebut ditransfer ke rekening lain yang sudah dikuasai oleh bandar judi online,” kata Dian.

Menurut Dian, modus ini dilakukan untuk menghindari penelusuran transaksi oleh aparat penegak hukum. Sebab, dengan menggunakan rekening bank yang berbeda-beda, jejak transaksi judi online menjadi lebih sulit dilacak.

“Dengan modus ini, para bandar judi online bisa meraup keuntungan triliunan rupiah,” ujar Dian.

Dian mencontohkan, dari hasil analisis PPATK terhadap 102 kasus judi online, ditemukan total nilai transaksi mencapai Rp517 triliun. “Ini hanya sebagian kecil dari total nilai transaksi judi online di Indonesia,” kata Dian.

PPATK pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak menjual rekening bank mereka kepada pihak lain, terutama untuk keperluan judi online. Jual beli rekening bank merupakan sebuah tindakan ilegal dan bisa kenakan sanksi pidana, tegas Dian.

PPATK juga meminta kepada perbankan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan. “Perbankan harus segera melaporkan kepada PPATK jika ada transaksi yang tidak wajar,” kata Dian.

Dampak Negatif Judi Online

Judi online tidak hanya merugikan para pemainnya secara finansial, tetapi juga memiliki dampak negatif lainnya, seperti:

  • Merusak moral dan mental masyarakat
  • Meningkatkan kriminalitas
  • Memicu kecanduan
  • Menyebabkan perpecahan keluarga

Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi untuk memerangi judi online. Masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam judi online, aparat penegak hukum harus menindak tegas para bandar judi online, dan perbankan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan.

Bersama-sama, kita ciptakan Indonesia yang bebas dari judi online!

Razia Besar-besaran! Polisi Sukolilo Sikat Puluhan Kendaraan Bodong Berhasil Diamankan

Sukolilo, Pati – Dalam operasi razia besar-besaran, Satuan gabungan Polsek, Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pati,  Polda Jateng berhasil mengamankan puluhan kendaraan bermotor tidak resmi dan mobil bodong di wilayah Sukolilo. Operasi razia ini dilakukan pada hari kamis (13/6/2024) diwilayah sukolilo dan berhasil menjaring puluhan kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi.

Menurut Sahlan, Kapolsek Sukolilo, operasi razia besar-besaran ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka kriminalitas dan peredaran kendaraan bodong di wilayah Sukolilo. “Operasi razia ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas yang menggunakan kendaraan bodong,” ujar sahlan.

Dalam operasi razia ini, petugas berhasil mengamankan 33 motor tidak resmi dan 6 mobil bodong di salah satu rumah milik warga bernama Kunarso. Seluruh kendaraan yang diamankan tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Pati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sahlan juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam membeli kendaraan bermotor. “Pastikan kendaraan yang ingin dibeli memiliki surat-surat yang lengkap dan resmi,” ujarnya.

Berikut beberapa fakta menarik dari operasi razia besar-besaran ini:

  • Operasi razia ini melibatkan puluhan personel dari Polsek, Satreskrim Polres Pati dan juga dari Polda Jateng.
  • Operasi razia ini berlangsung selama 4 jam.
  • Selain mengamankan puluhan kendaraan bodong, petugas juga mengamankan Bp Kunarso yang diduga sebagai pemilik atau penadah kendaraan bodong.
  • Operasi razia ini mendapat apresiasi dari masyarakat Sukolilo.

Operasi razia besar-besaran ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku peredaran kendaraan bodong di wilayah Sukolilo. Masyarakat juga diharapkan untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam membeli kendaraan bermotor.

Akhirnya! Perampok Jam Tangan Mewah di PIK 2 Berhasil Dibekuk Petugas Kepolisian

Jakarta, 13 Juni 2024 – Pelarian pelaku perampokan toko jam tangan mewah di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Teluk Naga, Tangerang, Banten, akhirnya berakhir. Tersangka berinisial HK berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian di sebuah hotel di kawasan Cipanas, Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (10/6/2024) malam.

Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota. HK diduga melakukan aksi perampokan pada Sabtu (8/6/2024) dengan membawa senjata tajam dan menguras 18 jam tangan mewah senilai total Rp 14 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Hengki Haryadi, membenarkan penangkapan tersebut. “Iya benar, pelaku perampokan toko jam tangan mewah di PIK 2 sudah kami tangkap,” ujar Hengki.

Saat ini, HK masih menjalani pemeriksaan intensif di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk mengungkap motif dan jaringannya. Penangkapan ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat, terutama bagi pemilik toko jam tangan yang menjadi korban perampokan.

Peristiwa perampokan ini sempat viral di media sosial setelah rekaman CCTV aksi pelaku beredar. Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku seorang diri melumpuhkan tiga pegawai toko pakaian di lantai bawah sebelum menguras jam tangan mewah di lantai dua.

Upaya penangkapan pelaku terbilang cepat. Hanya dalam waktu dua hari, polisi berhasil melacak keberadaan HK dan meringkusnya. Keberhasilan ini patut diapresiasi sebagai bukti kesigapan dan profesionalisme aparat kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.

Polisi Bogor Bekuk Tiga Bandit Motor, Dua Dihadiahi Timah Panas!

Bogor, 12 Juni 2024 – Jajaran Satuan Reskrim Polres Bogor berhasil membekuk tiga orang bandit motor yang kerap meresahkan warga di wilayahnya. Dua dari tiga pelaku terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Bogor. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satuan Reskrim Polres Bogor langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para pelaku.

Pada hari Rabu, 12 Juni 2024, sekitar pukul 00.30 WIB, tim Satuan Reskrim Polres Bogor melakukan penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Bogor Selatan. Di lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga orang pelaku curanmor, yaitu NS,O, dan AH. Para pelaku melakukan pencurian dengan menggunakan kunci T dalam menjalankan aksinya di beberapa wilayah bogor.

Saat dilakukan penangkapan, dua dari tiga pelaku, yaitu NS dan O, berusaha melarikan diri. Petugas yang berusaha menghentikan mereka terpaksa memberikan tembakan peringatan ke udara. Namun, karena kedua pelaku tetap berusaha kabur, petugas akhirnya memberikan tembakan terarah ke kaki mereka.

Kini para pelaku curanmor dijerat Pasal 363 KUHP tentang kasus Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara atau lebih. “Kedua pelaku kami tembak tegas secara terukur, 1 karena mencoba melarikan diri dan 1 lagi mencoba melawan petugas,” pungkasnya

Kedua pelaku yang terkena tembakan tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, satu orang pelaku lainnya, yaitu AH, berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa ketiga pelaku ini telah melakukan aksi curanmor di berbagai wilayah di Bogor. Mereka biasanya mengincar motor yang terparkir di tempat-tempat sepi dan mudah diakses.

Polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari tangan para pelaku, seperti sepeda motor hasil curian, kunci astag, dan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya pemberantasan curanmor dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami akan menindak tegas para pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan masyarakat dan kami tidak segan-segan mengeluarkan timah panas,” ujarnya.

Kapolres Bogor juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya dan selalu menggunakan kunci ganda.

Tragis! Polwan Bakar Suami yang Hobi Judi Online

Mojokerto, Indonesia – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Asrama Polisi Mojokerto, Jawa Timur, pada hari Minggu (10/6/2024). Seorang polwan berinisial FN tega membakar suaminya hidup-hidup karena kesal dengan kebiasaan sang suami berinisail Briptu RWD yang gemar bermain judi online.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. FN menyirami suaminya dengan bensin dan kemudian membakarnya. Api dengan cepat membakar seluruh ruangan dan merambat ke ruangan lain di asrama. Briptu FN yang bertugas di Polres Mojokerto Kota diduga tega membakar suaminya hidup-hidup, Briptu RWD Sabtu (8/6/2024). Briptu RWD saat ini dinas di Polres Jombang. Tempat tinggal mereka di kompleks Asrama Polisi Polres Mojokerto. setelah kejadian, Briptu RWD sempat dilarikan ke rumah sakit  Kota Mojokerto, namun sangat tragis sekali pada hari Minggu (9/6/2024) siang dipastikan meninggal dunia. Dengan kondisi penuh luka bakar 96 persen.

Beruntung, tiga anak FN yang saat itu sedang tidur di kamar lain berhasil diselamatkan oleh tetangga. Menurut keterangan tetangga, FN dan suaminya sering bertengkar karena masalah keuangan. FN kesal karena suaminya sering menggunakan uang gajinya untuk bermain judi online.

“FN sering curhat ke saya kalau suaminya suka judi online dan sering menghabiskan uang gajinya,” ujar salah satu tetangga FN. “Dia bilang sudah capek bertengkar dan ingin menyelesaikan masalah ini.”

Kasus ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian. FN telah diamankan dan diperiksa untuk mengetahui motifnya secara lebih detail. Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua orang tentang bahaya judi online yang dapat merusak kehidupan rumah tangga dan bahkan merenggut nyawa.

Judi online telah menjadi masalah serius di Indonesia. Banyak orang yang terjerumus dalam perjudian online dan mengalami dampak negatifnya, seperti keuangan, kesehatan mental, dan kehidupan sosial. Tragedi polwan bakar suami di Mojokerto ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Mari kita bersama-sama memerangi judi online dan melindungi keluarga kita dari bahaya judi online.

Kades Pati Murka! 1 Warganya Tewas dalam Tawuran Brutal

Pati, Jawa Tengah Kepala Desa (Kades) Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, Heri Priyanto, murka besar atas tewasnya salah satu warganya dalam aksi tawuran brutal yang terjadi pada Sabtu (8/6/2024) malam. Korban yang diketahui berinisial WG (21 tahun) meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka parah akibat dibacok oleh kelompok lawan.

Heri Priyanto mengungkapkan rasa kesedihan dan kemarahannya atas peristiwa tragis ini. Ia mengutuk keras aksi tawuran brutal yang merenggut nyawa warganya dan meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap dan menghukum para pelaku dengan berat.

“Saya sangat sedih dan marah atas kejadian ini. Tawuran ini sudah sangat meresahkan warga dan memakan korban jiwa. Saya minta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap dan menghukum para pelaku dengan berat,” tegas Heri Priyanto.

Heri Priyanto juga meminta kepada orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi tawuran. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi aksi tawuran yang meresahkan ini.

“Kepada para orang tua, saya mohon untuk lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi tawuran. Marilah kita bersama-sama memerangi aksi tawuran ini agar tidak ada lagi korban jiwa,” imbuh Heri Priyanto.

Sementara itu, Kasat Reskim polres Pati, Kompol M Alfan Armin, mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tawuran ini. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para pelaku.

“Kami telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. Kami juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para pelaku,” ujar Alfan.

Kasus tawuran di Pati memang sudah sering terjadi dan telah memakan beberapa korban jiwa. Hal ini tentu menjadi keprihatinan bagi semua pihak dan perlu segera ditangani dengan serius. Diharapkan dengan upaya bersama dari aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat, aksi tawuran ini dapat diberantas dan tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan.

Terbongkar! Ketua PSI Batam Terjerat Kasus Narkotika

Batam, 6 Juni 2024 – Sosok penting di dunia politik Batam, berinisial S, yang merupakan Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Batam, terjerat dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Penangkapan S oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang pada Selasa (4/6/2024) ini, mengejutkan banyak pihak dan menjadi tamparan keras bagi citra partai politik.

Menurut informasi yang beredar, S ditangkap di salah satu tempat di Batam dengan barang bukti narkoba jenis sabu. Penangkapan ini berawal dari pengembangan informasi terkait peredaran narkotika di wilayah Batam.

Kapolresta Barelang,Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sidabariba, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Benar, ada seorang oknum petinggi partai yang kita amankan terkait kasus narkoba. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Tigor, seperti dilansir dari Batamnews.co.id.

Penangkapan S ini tentu menjadi sorotan publik, terutama bagi para kader PSI dan masyarakat Batam. Kasus ini mencoreng nama baik partai dan menimbulkan pertanyaan besar tentang kredibilitas para pemimpin politik.

Masyarakat berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku, tanpa pandang bulu. Penindakan yang tegas dan transparan sangat diperlukan untuk memberantas peredaran narkotika dan menegakkan hukum di Batam.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para politisi dan pejabat publik lainnya untuk selalu menjaga diri dan berperilaku terhormat. Narkotika merupakan musuh bangsa yang harus diberantas bersama. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga dapat membahayakan orang lain dan merusak citra bangsa.

Masyarakat juga diharapkan untuk lebih waspada dan proaktif dalam memerangi peredaran narkotika. Jika melihat atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika, segera laporkan kepada pihak berwenang.

Bersama-sama, kita ciptakan Batam yang bersih dari narkoba dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.