Tergoda Judi Online, Petugas ATM Curi Uang Setoran Rp 1,1 Miliar

Batam, 23 Juni 2024 – Seorang oknum petugas pengisi uang ATM di Batam berinisial TS (27) tega menggasak uang setoran senilai Rp 1,1 miliar. Uang hasil curian tersebut digunakannya untuk berjudi togel online dan membeli beberapa unit motor.

Aksi pencurian ini dilakukan TS sejak awal Juni 2024 di 6 lokasi ATM berbeda milik Bank BUMN. Modus yang digunakannya yaitu dengan mengambil uang lebih banyak saat mengisi mesin ATM.

Kejahatan ini terbongkar setelah pihak bank mencurigai adanya kejanggalan pada laporan keuangan. TS pun mengakui perbuatannya dan kini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Moch. Dwi Rhamadhanto menegaskan bahwa pelaku melakukan tindak pencurian secara bertahap sejak 1-10 Juni 2024, namun ini masih dugaan sementara.

Sekarang Polresta Barelang melakukan pemberantasan judi online di Batam semakin gencar dilakukan. Menurutnya ini menjadi salah satu langkah terdepan dalam upaya penganan pencegahan semakin maraknya judi online. Contohnya kami berhasil mengungkap kasus sindikat judi online beromzet Rp 2,2 miliar, pada bulan Maret 2024 lalu. Dalam kasus itu kami berhasil menangkap 12 orang tersangka dan sudah kami proses hukum.

Beberapa poin penting dalam kasus pencurian uang setoran ATM ini:

  • TS, seorang petugas pengisi ATM di Batam, mencuri uang setoran senilai Rp 1,1 miliar.
  • Uang hasil curian digunakan untuk berjudi online dan membeli motor.
  • Aksi pencurian dilakukan di 6 lokasi ATM berbeda sejak awal Juni 2024.
  • Modus yang digunakan yaitu dengan mengambil uang lebih banyak saat mengisi mesin ATM.
  • Kasus ini terbongkar setelah pihak bank mencurigai adanya kejanggalan pada laporan keuangan.
  • TS telah diamankan oleh pihak kepolisian.
  • Kasus ini menjadi pengingat bagi petugas bank dan masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat jangan pernah tergoda untuk berjudi bagi para petugas bank agar selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja. Selain itu, kasus ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak tergoda dengan judi online yang dapat membawa dampak buruk bagi keuangan dan kehidupan.