Miris! Judi Online Merusak Pernikahan, Pengadilan Agama Cianjur Kebanjiran Gugatan Cerai

Cianjur, 12 Juni 2024Fenomena judi online yang marak di Indonesia membawa dampak mengerikan bagi kehidupan rumah tangga. Di Cianjur, Pengadilan Agama (PA) setempat kebanjiran gugatan cerai yang mayoritas dipicu oleh judi online. Hal ini menjadi ironis di tengah upaya pemerintah untuk membangun ketahanan keluarga.

Berdasarkan data dari PA Cianjur, sepanjang tahun 2023, tercatat 2.800 perkara perceraian. Dari jumlah tersebut, 700 perkara di antaranya diajukan perceraian dengan alasan suami kecanduan judi online. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana hanya terdapat 300 perkara perceraian dengan alasan serupa.

Kasus perceraian akibat judi online ini semakin marak. Hampir setiap hari ada istri yang datang ke sini untuk menggugat cerai suami mereka karena kecanduan judi online,” ujar Ujang Saeful Rohman, Panitera Muda PA Cianjur, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/6/2024).

Ujang menjelaskan, judi online tidak hanya membawa masalah finansial bagi keluarga, tetapi juga merusak komunikasi dan keharmonisan rumah tangga. Para suami yang kecanduan judi online seringkali mengabaikan tanggung jawab mereka terhadap istri dan anak-anak. Mereka lebih memprioritaskan bermain judi online daripada mengurus keluarga.

“Suami yang kecanduan judi online sering kali marah-marah dan kasar kepada istri dan anak-anak mereka. Mereka juga seringkali mencuri uang untuk membeli chip judi online,” ujar Ujang.

Kondisi ini tentu saja membuat para istri tidak tahan lagi dan memilih untuk menggugat cerai. “Para istri sudah tidak bisa lagi hidup dengan suami mereka yang kecanduan judi online. Mereka merasa tidak dihargai dan tidak dicintai lagi,” ujar Ujang.

Fenomena judi online yang merusak pernikahan ini menjadi keprihatinan banyak pihak. PA Cianjur bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti dinas sosial, KUA, dan ormas Islam, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi online dan bagaimana cara membangun keluarga yang harmonis.

“Kami juga mengimbau kepada para suami untuk segera berhenti bermain judi online dan kembali kepada keluarga mereka. Jangan sampai keluarga hancur karena judi online,” ujar Ujang.

Kasus Perceraian Akibat Judi Online:

  • Tahun 2023: 2.800 perkara perceraian (700 karena judi online)
  • Tahun 2022: 2.500 perkara perceraian (300 karena judi online)

Dampak Judi Online Bagi Pernikahan:

  • Masalah finansial
  • Kerusakan komunikasi dan keharmonisan rumah tangga
  • Kekerasan dalam rumah tangga
  • Penelantaran istri dan anak-anak

Upaya Mengatasi Permasalahan Judi Online:

  • Edukasi masyarakat tentang bahaya judi online
  • Penegakan hukum terhadap perjudian
  • Pemberian bantuan kepada korban judi online
  • Penguatan ketahanan keluarga

Pesan untuk Suami yang Kecanduan Judi Online:

  • Segera hentikan bermain judi online
  • Kembali kepada keluarga dan tanggung jawab Anda
  • Carilah bantuan jika Anda kesulitan untuk berhenti bermain judi online

Pesan untuk Istri yang Memiliki Suami Kecanduan Judi Online:

  • Carilah bantuan dari keluarga, teman, atau lembaga terkait
  • Jangan ragu untuk menggugat cerai jika Anda tidak tahan lagi
  • Lindungi diri Anda dan anak-anak dari bahaya judi online

Judi online bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga masalah sosial yang perlu diatasi bersama. Mari kita jaga keharmonisan rumah tangga dan lindungi keluarga dari bahaya judi online.