Viral! TKW Ngaku Kena Pajak Rp 360 Juta Usai Bawa Pulang 3 Kg Emas dari Arab

Sebuah video yang memperlihatkan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Madura mengaku dikenai pajak Rp 360 juta saat pulang ke Indonesia viral di media sosial. TKW tersebut diketahui membawa pulang 3 kilogram emas dari Arab Saudi.

Dalam video tersebut, TKW itu terlihat sedih dan kecewa karena merasa dirugikan. Ia mengaku harus membayar pajak yang sangat besar untuk emas yang dibawanya.

Video tersebut pun menuai beragam komentar dari netizen. Ada yang merasa prihatin dengan nasib TKW tersebut, ada pula yang mempertanyakan kebenaran ceritanya.

Dikonfirmasi terpisah, Bea Cukai Kediri membenarkan adanya TKW yang dikenai pajak atas emas yang dibawanya. Namun, besaran pajaknya tidak sebesar yang disebutkan dalam video viral tersebut.

Kepala Bea Cukai Kediri, Erwan Saptono, menjelaskan bahwa TKW tersebut membawa 3 kilogram emas yang nilainya mencapai Rp 1,5 miliar. Atas emas tersebut, TKW tersebut dikenai bea masuk sebesar 10% atau Rp 150 juta.

Erwan juga menjelaskan bahwa TKW tersebut membawa emas tersebut tanpa dokumen pendukung yang lengkap. Oleh karena itu, Bea Cukai Kediri juga mengenakan sanksi denda sebesar 50% dari bea masuk atau Rp 75 juta.

Total pajak dan denda yang harus dibayar oleh TKW tersebut adalah Rp 225 juta, jauh lebih kecil daripada Rp 360 juta yang disebutkan dalam video viral.

Erwan mengimbau kepada para TKW yang ingin membawa pulang barang berharga dari luar negeri untuk selalu melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan potensi kerugian finansial.

Berikut adalah beberapa poin penting dari artikel tersebut:

  • Seorang TKW asal Madura viral di media sosial karena mengaku dikenai pajak Rp 360 juta saat pulang ke Indonesia.
  • TKW tersebut diketahui membawa pulang 3 kilogram emas dari Arab Saudi.
  • Bea Cukai Kediri membenarkan adanya TKW yang dikenai pajak atas emas yang dibawanya.
  • Besaran pajak yang dikenakan adalah 10% dari nilai emas atau Rp 150 juta.
  • TKW tersebut juga dikenai sanksi denda sebesar 50% dari bea masuk atau Rp 75 juta karena tidak melengkapi dokumen pendukung.
  • Total pajak dan denda yang harus dibayar oleh TKW tersebut adalah Rp 225 juta.
  • Bea Cukai mengimbau kepada para TKW untuk selalu melengkapi dokumen pendukung saat membawa pulang barang berharga dari luar negeri.

Setelah video TKW yang viral itu beredar, banyak orang yang merasa prihatin dengan nasibnya. Banyak yang menyumbangkan uang untuk membantu TKW tersebut membayar pajak dan denda yang harus dibayarkannya.

Berdasarkan informasi terbaru, TKW tersebut telah berhasil melunasi seluruh pajak dan denda yang harus dibayarkannya. Ia pun kini dapat kembali ke kampung halamannya dengan tenang.

Kasus ini menjadi pengingat bagi para TKW yang ingin membawa pulang barang berharga dari luar negeri. Penting untuk selalu melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan agar terhindar dari kesalahpahaman dan potensi kerugian finansial.

Berikut adalah beberapa poin penting dari kelanjutan cerita tersebut:

  • Banyak orang yang merasa prihatin dengan nasib TKW tersebut dan menyumbangkan uang untuk membantunya.
  • TKW tersebut telah berhasil melunasi seluruh pajak dan denda yang harus dibayarkannya.
  • Kasus ini menjadi pengingat bagi para TKW untuk selalu melengkapi dokumen pendukung saat membawa pulang barang berharga dari luar negeri.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Informasi tambahan:

  • Bea Cukai memiliki program “Kemudahan Impor Barang Pribadi Penumpang dan Awak Kabin (KIB)”. Program ini memungkinkan TKW untuk membawa pulang barang berharga dari luar negeri dengan bea masuk dan pajak yang lebih ringan.
  • Untuk informasi lebih lanjut tentang program KIB, TKW dapat menghubungi Bea Cukai terdekat atau mengunjungi situs web Bea Cukai di https://www.beacukai.go.id/.

Pesan:

Kasus TKW yang viral ini menjadi contoh pentingnya edukasi dan pendampingan bagi para TKW yang ingin membawa pulang barang berharga dari luar negeri. Dengan edukasi yang memadai, diharapkan para TKW dapat memahami hak dan kewajibannya sehingga terhindar dari kesalahpahaman dan potensi kerugian finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *