Warga Lampung Nekat Seberangi Sungai Deras Tanpa Jembatan Demi Antar Jenazah

Puluhan warga Desa Pemerihan, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, terpaksa nekat menyeberangi Sungai Way Krui yang deras untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman. Hal ini dikarenakan tidak adanya jembatan di desa tersebut.

Jenazah yang diantar adalah almarhum Subantoro, yang meninggal dunia pada Minggu (16/4/2024) di usia 62 tahun. Jenazah harus diusung menyeberangi sungai yang arusnya deras dan penuh bebatuan. Para pelayat pun harus berhati-hati agar tidak terpeleset dan terbawa arus sungai.

Menurut Kepala Desa Pemerihan, M. Nasir, kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Warga Desa Pemerihan sangat membutuhkan jembatan untuk mempermudah akses mereka, terutama saat mengantarkan jenazah ke pemakaman.

“Warga di sini sudah bertahun-tahun terjebak dengan kondisi ini. Kami sangat membutuhkan jembatan untuk mempermudah akses, terutama saat mengantarkan jenazah ke pemakaman,” ujar M. Nasir.

Nasir berharap pemerintah daerah dapat segera membangun jembatan di Desa Pemerihan. Ia juga meminta agar pemerintah provinsi Lampung dan Kabupaten Pesawaran dapat memberikan perhatian terhadap kondisi ini.

“Kami mohon kepada pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi Lampung maupun Kabupaten Pesawaran, agar dapat segera membangun jembatan di desa kami. Ini demi keselamatan dan kemudahan warga,” harap Nasir.

Kisah warga Desa Pemerihan yang nekat menyeberangi sungai deras tanpa jembatan untuk mengantarkan jenazah ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya infrastruktur yang memadai di daerah terpencil. Kurangnya infrastruktur seperti jembatan dapat membahayakan keselamatan warga dan menghambat aktivitas mereka sehari-hari.

Pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini dan segera mengambil langkah-langkah untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan di daerah terpencil. Hal ini agar masyarakat di daerah tersebut dapat hidup dengan aman dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *